Selasa, 04 Mei 2010

Pengolahan Manisan Tomat Di Sulawesi Tengah

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kegiatan pasca panen bertujuan untuk mempertahankan mutu produk segar agar tetap prima sampai ke tangan konsumen, menekan losses atau kehilangan karena penyusutan dan kerusakan, memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai ekonomis hasil pertanian. Diperkirakan, kehilangan hasil buah/sayuran masih relative tinggi melebihi 20%.
Penanganan pasca panen ummumnya masih belum terlalu baik dilakukan oleh petani, karena masih secara sederhana, dengan perlakuan tradisional. Oleh karena itu perbaikan system pengolahan terpadu disertai pengembangan teknologi diperlukan agar mencapai mutu produk yang baik.
Begitu pula dengan Tomat yang berada di Sulawesi tengah sama sekali belum ada perlakuan untuk mempertahankanya. Tomat adalah tanaman yang asal mulanya dari amerika dan juga merupakan keluarga dekat kentang. Tomat sudah begitu popular di kalangan masyarakat disana karena dikenal sebagai klasifikasi antara sayur dan buah. Sehingga perlu dilakukan suatu teknologi yang dapat mempertahankan tomat tanpa kehilangan gizi. Salah satu cara agar tomat bertahan yaitu dibuat manisan.
Manisan tomat adalah pengolahan tomat yang di awetkan dengan perlakuan perebusan dengan gula. Manisan tomat adalah salah satu cara yang dilakukan untuk memberikan cara baru untuk masyarakat, karena mempunyai pangsa pasar yang cukup baik, dan juga rasanya yang dapat mengugah selera.
B. Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini yaitu :
- Untuk mengetahui potensi daerah di Sulawesi tengah
- Untuk mengetahui pengolahan pasca panen yang baik untuk tanaman tomat
- Untuk mengetahui proses atau teknik pembuatan manisan tomat

BAB II
POTRET DAERAH DAN POTENSI DAERAH
A. Profil Daerah
Sulawesi Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia yang beribukotakan di kota Palu. Propinsi Sulawesi Tengah yang dibentuk dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 1964 terletak diantara 2022’ Lintang Utara dan 3048’ Lintang Selatan serta 119022’ Bujur Timur. Batas-batas Wilayahnya adalah :
• Sebelah Utara : Propinsi Gorontalo
• Sebelah Timur : Propinsi Maluku
• Sebelah Selatan : Propinsi Sulawesi Selatan dan Propinsi Sulawesi Tenggara.
• Sebelah Barat : Selat Makasar
Luas daratan Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah adalah 68.033 Km2. Secara administratif Propinsi Sulawesi Tengah di bagi menjadi delapan Kabupaten dan satu kota dengan 85 Kecamatan dan1.432 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk sebesar 2.215.449 jiwa dan tingkat kepadatan rata-rata 29 jiwa/Km2. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,59%. Sebaran penduduk Propinsi Sulawesi Tengah secara umum masing-masing berada di kawasan pemukiman pedalaman sebesar 30% kawasan pantai sebesar 60% dan kawasan kepulauan Sebesar 10%.
Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah, sebelum jatuh ke tangan Pemerintahan Hindia Belanda merupakan sebuah Pemerintahan Kerajaan yang terdiri atas 15 (Lima Belas) Kerajaan dibawah kepemimpinan para raja yang selanjutnya dalam sejarah Sulawesi Tengah dikenal dengan julukan Tujuh Kerajaan di Timur dan Delapan Kerajaan di Barat. Semenjak tahun 1905, wilayah Sulawesi Tengah seluruhnya jatuh ketangan Pemerintahan Hindia Belanda, dari Tujuh Kerajaan Di Timur dan Delapan Kerajaan Di Barat, kemudian oleh Pemerintah Hindia Belanda dijadikan Landschaplandschap atau Pusat-pusat Pemerintahan Hindia Belanda yang meliputi, antara lain :
1. Poso Lage di Poso;
2. Lore di Wianga;
3. Tojo di Ampana ;
4. Pulau Una-una di Una-una;
5. Bungku di Bungku;
6. Mori di Kolonodale;
7. Bagai di Luwuk;
8. Parigi di Parigi;
9. Moutong di Tinombo;
10. Tawaeli di Tawaeli;
11. Banawa di Donggala;
12. Palu di Palu;
13. Sigi/Dolo di Biromaru;
14. Kulawi di Kulawi
15. Tolo-toli di Toli-toli;
Dalam perkembanganya, ketika Pemerintahan Hindia Belanda jatuh dan sudah tidak berkuasa lagi di Sulawesi Tengah serta seluruh Indonesia, oleh Pemerintah Pusat membagi wilayah Sulawesi Tengah menjadi 3 (Tiga) bagian yakni :
1. Sulawesi Tengah bagian Barat, meliputi wilayah Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Toli-toli.
Pembagian wilayah ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 29 Tahun 1959, tentang pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi;
2. Sulawesi Tengah bagian Tengah (Teluk Tomini), masuk Wilayah Karesidenan Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1919, seluruh Wilayah Sulawesi Tengah masuk Wilayah Karesidenen Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1940, Sulawesi Tengah di bagi menjadi 2 Afdeeling yaitu Afdeeling Donggala yang meliputi Tujuh Onder Afdeeling dan Lima Belas Swapraja.
3. Sulawesi Tengah bagian Timur (Teluk Tolo) masuk Wilayah Karesedenan Sulawesi Timur Bau-bau. Tahun 1964 dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 1964 terbentuklah Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang meliputi empat kabupaten yaitu Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Toli-toli. Selanjutnya Pemerintah Pusat menetapkan Propinsi Sulawesi Tengah sebagai Propinsi yang otonom berdiri sendiri yang ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang Pembentukan Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah dan selanjutnya tanggal pembentukan tersebut diperingatin sebagai Hari Lahirnya Propinsi Sulawesi Tengah. Dengan perkembangan Sistem Pemerintahan dan tutunan Masyarakat dalam era Reformasi yang menginkan adanya pemekaran Wilayah menjadi Kabupaten, maka Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan melalui Undang-undang Nomor 11 tahun 2000 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Buol, Morowali dan Banggai Kepulauan. Kemudian melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2002 oleh Pemerintah Pusat terbentuk lagi Kabupaten baru di Propinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Parigi Moutong. Dengan demikian hingga saat ini berdasarkan pemekaran Wilayah Kabupaten di Propinsi Sulawesi Tengah, Menjadi sembilan Daerah yakni :
1. Kabupaten Donggala berkedudukan di Donggala
2. Kabupaten Poso berkedudukan di Poso
3. Kabupaten Banggai berkedudukan di Luwuk
4. Kabupaten Toli-toli berkedudukan di Toli-toli
5. Kota Palu berkedudukan di Palu
6. Kabupaten Buol berkedudukan di Buol
7. Kabupaten Morowali berkedudukan di Kolonodale
8. Kabupaten Banggai Kepulauan berkedudukan di Banggai
9. Kabupaten Parigi Moutong berkedududkan di Parigi

B. Potensi Daerah
 Pertanian
Pertanian merupakan sumber utama mata pencaharian penduduk Sulawesi Tengah, dengan komoditi utama dan unggulan daerah yaitu padi, kakao, cengkeh, dan Ikan laut. Oleh karena itu pembangunan sector pertanian menjadi sangat penting dan menjadi prioritas Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah.

Peranan sektor pertanian dalam perekonomian Sulteng cenderung terus menguat sejalan dengan masih terbatasnya lapangan kerja non-pertanian dan meningkatnya nilai tukar petani (NTP). Pentingnya peranan sektor pertanian dapat dilihat dari sumbangan sektor ini terdapat pembentukan PDRB Sulteng atas dasar harga konstan 2000 tahun 2006. sektor pertanian memberikan sumbangan sebesar 45,61% dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekenomi sebesar 3,46% (pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2006 adalah 7,58%). Selain itu berdasarkan hasil Location Quotient(LQ) analisis, sektor pertanian merupakan sektor unggulan Sulawesi Tengah dengan nilai LQ 3,14. perlu diketahui bahwa sebagian besar unit usaha sektor pertanian adalah UMKM dan menyerap tenaga kerja cukup besar sehingga sangat strategis sebagai salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
Tanaman pangan komoditi pertanian antara lain padi, palawija (jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai dan kacang hijau), sayur-sayuran dan buah-buahan
Angka produksi padi tahun 2005 sebanyak 716.905 ton, meningkat 3,16% jika dibandingkan dengan produksi padi tahun 2004 sebesar 694.921 ton. Peningkatan produksi tersebut disebabkan membaiknya produktifitas yaitu dari 39,48 kwintal?ha pada tahun 2004 menjadi 40,85 kwintal/ha. Namun terjadi penurunan luas panen yaitu dari 179.029 ha tahun 2004 menjadi 175.489 ha ditahun 2005. penurunan tersebut diperkirakan akibat konversi sawah menjadi lahan perkebunan, terutama penanamn kakao dibeberapa sentra produksi padi.
Sementara itu produksi jagung Sulteng tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 7,79% yaitu dari 53.452 ton tahun 2004 menjadi 57.617 ton tahun 2005. Untuk ubi kayu, produksi tahun 2005 tercatat sebesar 48.255 ton naik 6,98% disbanding tahun 2004 sebesar 45.106 ton. Kenaikn produksi tanaman palawija terutama disebabakan adanya peningkatan luas panen.
 Perkebunan
Kakao, kelapa, dan cengkeh merupakan komoditas unggulan subsektor perkebunan Sulawesi Tengah. Luas areal tanaman kakao dari tahun ketahun cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data BPS Sulawesi Tengah, luas areal kakao tahun 2005 naik 12,11% yaitu dari 186.670 ha dibanding tahun 2004 hanya166.501 ha. Areal perkebunan kakao banyak terdapat di Kabupaten Donggala, Parigimautong, Poso, Morowali, Tojo Una-una, Buol, Toli-toli, Banggai, dan Kabupaten Banggai Kepulauan. Peningkatan luas areal kakao berpengaruh positif terhadap nilai ekspor antar Negara.
Data Ditjen Bea dan Cukai menunjukan bahwa nilai ekspor antar Negara untuk Sulawesi Tengah tahun 2006 tumbuh 51,44% dengan nilai mencapai USD 202,16 juta, dan juga komoditas yang lain seperti kopi, the dan rempah-rempah (pengklasifikasian komoditi menggunakan Standar Internasional Trade Clasification) dengan pangsa sebesar 92,04% atau USD 186,07 juta.
Sementara itu, nilai ekonomi tanaman Kelapa di Sulawesi Tengah tercatat cukup besar dengan luas lahan mencapai 170.871 ha pada tahun 2005 dan produksi 180.388 ton. Selain diolah menjadi kopra (daging buah), bagian tempurung kelapa dapat diolah menjadi arang dan sabut serta batang kelapa menjadi bahan baku industri yang bernilai tinggi. Potensi pengembangan tanaman kelapa di Sulawesi Tengah di perkirakan 400.000 ha. Untuk meningkatkan produksi kelapa, diperlukan peremajaan tanaman dengan klon unggul local, di samping ekstensifikasi. Dan tidak kalah pentingnya upaya diversifikasi produk akhir, perbaikan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur dan perluasan pasar. Selain kakao dan kelapa, komoditi unggulan daerah Sulawesi Tengah lainnya adalah cengkeh. Penghasil utama cengkeh di Sulawesi Tengah adalah Kabupaten Tolitoli. Selain itu tanaman cengkeh tedapat di Kabupaten Parigimautong, Donggala dan beberapa Kabupaten lainnya. Luas lahan tahun 2005 tecatat 47.374 ha dengan produksi 12.417 ton.
 Perikanan
Sulawesi Tengah memiliki perairan laut seluas 193.923,75 km2 yang terbesar di Teluk Tolo, Teluk Tomini, Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Potensi sumberdaya ikan di perairan tersebut ± 330.000 ton/tahun. Sedangkan ikan yang bias dikelolah secara lestari sekitar 214.000 ton/tahun. Di Teluk Tolo terdapat 68.000 ton/tahun, Teluk Tomini 78.000 ton/tahun, Selat Makassar dan Laut Sulawesi 68.000 ton/tahun. Dari potensi ikan lestari tersebut jumlah ikan yang dapat di tangkap sebesar 217.280 ton/tahun. Sementara itu tingkat pemanfaatan sampai dengan saat ini baru mencapai 46,20%.
Jenis ikan yang terdapat di perairan Sulawesi Tengah antara lain ikan tuna, ikan cakalang, ikan kerapu, ikan taripang, ikan lajang dan udang. Potensi ikan pelagis besar untuk komoditi ekspor terutama ikan tuna sekitar 10.000 ton/tahun dan ikan cakalang 14.000 ton/tahun. Hasil laut lainnya yaitu biji mutiara, teripang dan rumput laut. Selain perikanan tangkap, Sulawesi Tengah juga potensial untuk pengembangan perikannan budidaya seperti udang, ikan banding dan ikan kerapu.
 Pertambangan
Provinsi Sulawesi Tengah memiliki sumberdaya bahan galian dan mineral antara lain mineral logam industri dan bahan bangunan serta bahan baker fosil yaitu batubara dan minyak bumi. Bahan galian golongan A (strategis) antara lain minyak bumi dan gas bumi, batubara dan nikel. Bahan galian golongan B (vital) antara lain emas, molibdenun, chronit, tembaga dan belerang. Bahan galian golongan C (bukan strategis dan vital) meliputi sirtukil, granit, marmer, pasir kuarsa, pasir besi, lempung dan sebagainya.

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengenalan tentang tomat
Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Kata "tomat" berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl, tomatl.
B. Sejarah
Menurut tulisan karangan Andrew F. Smith "The Tomato in America", tomat kemungkinan berasal dari daratan tinggi pantai barat Amerika Selatan. Setelah Spanyol menguasai Amerika Selatan, mereka menyebarkan tanaman tomat ke koloni-koloni mereka di Karibia. Spanyol juga kemudian membawa tomat ke Filipina, yang menjadi titik awal penyebaran ke daerah lainnya di seluruh benua Asia. Spanyol juga membawa tomat ke Eropa. Tanaman ini tumbuh dengan mudah di wilayah beriklim Mediterania.
Terdapat ratusan kultivar tomat yang dibudidayakan dan diperdagangkan. Pengelompokan hampir selalu didasarkan pada penampilan atau kegunaan buahnya. Berdasarkan penampilanTerdapat buah tomat dengan kisaran warna dari hijau ketika masak, kuning, jingga, merah, ungu (hitam), serta belang-belang.
C. Pascapanen Tomat
Beberapa dasar yang dipakai untuk membedakan varietas tomat di antaranya adalah bentuk, tandan, ketebalan daging dan kandungan airnya. Berdasarkan bentuk atau penampilannya, buah tomat digolongkan sebagai berikut:
1. Tomat Biasa (Lycopersicum commune) Bentuk buahnya bulat pipih, lunak, tidak beraturan, dan sedikit beralur di dekat tangkainya
2. Tomat Apel (Lycopersicum pyriforme) Bentuk buah bulat, kompak, sedikit keras menyerupai buah apel.
3. Tomat Kentang (Lycopersicum grandifolium) Buah berbentuk bulat, besar, kompak, dengan ukuran lebih kecil dari tomat apel.
4. Tomat Keriting (Lycopersicum validum) Buah berbentuk agak lonjong, keras. Daunnya rimbun keriting dan berwarna hijau kelam.

Buah yang baru dipanen biasanya dipisah-pisahkan berdasarkan ukuran dan mutunya (grading). Penentuan mutu buah didasarkan kepada kesehatan, ketegaran, kebersihan ukuran, bobot, warna, bentuk, kemasakan, kebebasan dari bahan asing dan penyakit, serta kerusakan oleh serangga dan luka-luka mekanik. Kategori mutu yang umum digunakan adalah kelas ekstra, kelas 1 dan kelas 2.
Setelah disortir, tomat harus segera dibersihkan dan dicuci untuk membuang kotoran yang menempel pada buah. Kotoran umumnya berupa percikan tanah, debu dan zat-zat kimia (obat-obatan dan pupuk semprot). Selain memberi kesan kotor, percikan tanah juga dapat membawa penyakit dan sejumlah mikroba berbahaya. Zat-zat kimia yang menempel pada buah, khususnya pestisida, jika terdapat dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan keracunan.
Penyimpanan buah tomat harus dilakukan pada suhu yang tidak terlalu tinggi, biasanya dilakukan pada suhu kamar. Namun, alangkah lebih baiknya jika tomat disimpan pada suhu yang lebih rendah, yaitu pada lemari pendingin. Suhu tinggi bisa merusak mutu simpan buah tomat. Proses penyimpanan dingin dapat memperlambat kematangan, memperkecil kerentanan terhadap serangan mikroba, mengurangi kehilangan air dan mempertahankan kadar vitamin C (Anonim, 2009).
 Dari ukuran dan bentuk, orang mengenal kelompok tomat
1. granola yang bentuknya bulat dengan pangkal buah mendatar dan mencakup yang biasanya dikenal sebagai tomat buah (karena dapat dimakan langsung),
2. gondol yang biasa dibuat saus dengan bentuk lonjong oval (biasanya yang ditanam di Indonesia adalah kultivar 'Gondol Hijau' dan 'Gondol Putih', dan keturunan dari kultivar impor 'Roma') dan termasuk pula tomat buah,
3. sayur adalah tomat dengan buah biasanya padat dan dipakai untuk diolah dalam masakan
4. ceri (tomat ranti) yang berukuran kecil dan tersusun berangkai pada tangkai buah yang panjang.

 Kandungan tomat :
1. Kaya Antioksidan
Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat, lambung, tenggorokan dan usus besar. Kandungan asam klorogenat dan asam p-kumarat di dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker. Vitamin A yang terkandung di dalam tomat sangat baik untuk kesehatan mata.
Tomat juga banyak dimanfaatkan di dalam industri kecantikan, banyak masker dan pil anti penuaan yang berbahan dasar tomat. Bukan tanpa alasan, pigmen likopen memang terbukti efektif sebagai antioksidan. Zat lain seperti tomatin di dalam tomat bersifat sebagai antiinflamasi, yaitu dapat menyembuhkan luka dan jerawat. Jika Anda demam, tomat juga mempunyai sifat antipiretik alias penurun demam. Sementara serat yang tinggi di dalam tomat mampu mengatasi ganguan pencernaan seperti sembelit dan wasir.
2. Cegah Penggumpalan Darah
Manfaat tomat sebenarnya sudah di teliti sejak lama, seperti penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, yang dilakukan pada November 1834. Hasil penelitiannya menunjukkan tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya.
3. Mengurangi rasa mual
Rasa asam pada tomat berasal dari kandungan asam sitrat menyebabkan tomat terasa segar, sehingga dapat menambah nafsu makan. Rasa asam ini sangat baik dokonsumsi saat kita mengalami mual atau dikonsumsi oleh para wanita yang mengalami PMS (Pre Menstrual Syndrome). Jika tak kuat dengan rasa masamnya, terutama untuk yang yang memiliki penyakit maag, Leane tak menyarankan mengkonsumsinya walapun dalam bentuk jus yang sudah ditambah gula, sebab akan memperburuk kondisi penyakit.
4. Menigkatkan kesuburan pria
Kabar baik bagi kaum pria datang dari All Indian Institute of Medical Science di New Delhi. Penelitian yang melibatkan 30 pria tak subur berusia 23-45 tahun menunjukkan tomat bisa meningkatkan kesuburan pria. Risiko serangan jantung pada penderita dengan kadar lycopene tinggi dalam jaringan lemak lebih rendah dibanding sebaliknya.
5. Dimasak Lebih Baik
Mengkonsumsi buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Seperti yang terungkap dari penelitian badan pangan dunia FAO-WHO. Hasil penelitian lembaga ini menunjukan jika kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat.
Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit di serap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara di rebus atau dikukus. Mengkonsumsi sebaiknya pilih yang tomat organik. Tomat organik lebih sehat karena bebas dari residu kimia, baik dari pupuk dan pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih tinggi kandungan kalsiumnya, sekitar 23 mg dibandingkan tomat unorganik yang hanya mengandung 5 mg kalsium.
6. Menurunkan risiko kanker prostat
Lycopene rupanya tak cuma berperan dalam menekan risiko kanker prostat. Dr David Yeung Director of Corporate Nutrition, H.J. Heinz Company melaporkan orang yang mengkonsumsi tomat dan produk olahannya secara teratur cenderung "terbatas" dari penyakit jantung koroner. Ini sejalan dengan penelitian di University of South Carolina.
Tabel komposisi tomat
Kandungan gizi Tomat Masak

Kalori 20 kal
Protein 1.0 g
Lemak 0.3 g
Karbohidrat 4.2 g
Kalsium 5 mg
Vitamin A 1500 SI
Viamin C 40 m



 Berdasarkan manfaatnya
Hampir semua orang mengenal tomat (Licopersicum esculentum). Buah yang tanpa kenal musim ini ternyata mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beragam penelitian menunjukan, tomat bermanfaat untuk kesehatan jantung serta penangkal radikal bebas.
Banyak varietas buah tomat, seperti tomat buah yang berukuran besar, tomat sayur dengan ukuran lebih kecil dan tomat ceri yang hanya sebesar kelereng. Apapun jenisnya, tomat mengandung unsur gizi yang hamper sama, yakni kaya akan vitamin A, vitamin C, mineral, serat dan zat fitonutrien.
Adapun manfaat tomat yaitu :
1. Membantu menurunkan resiko gangguan jantung
2. Menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan.
3. Menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher rahim, payudara dan endometrium.
4. Memperlambat penurunan fungsi mata karena pengaruh usia ( age-related macular degeneration).
5. Mengurangi resiko radang usus buntu.
6. Membantu menjaga kesehatan organ hati, ginjal, dan mencegah kesulitan buang air besar.
7. Menghilangkan jerawat.
8. Mengobati diare
9. Meningkatkan jumlah sperma pada pria
10. Memulihkan fungsi lever.
11. Mengatasi kegemukan
12. Mencegah kanker

BAB IV
PROSES PENGOLAHAN MANISAN TOMAT
1. Bahan:
- Tomat merah segar 4 kg (agak mengkal)
- Gula pasir putih 1 kg
- Kapur sirih bubuk 100 gram, siap pakai
- Air secukupnya
2. Alat
- Baskom
- Pisau
- Sendok makan
- Wajan
- Kompor
- saringan
3. Cara Membuat:
1. Pilih tomat dengan warna dan ukuran yang seragam, lalu cuci bersih.
2. Belah tomat menjadi 4 bagian, buang bijinya lalu rendam dalam air secukupnya yang telah ditambahkan kapur sirih (hingga terendam). Diamkan selama semalam, tiriskan dan cuci bersih. Pastikan daging tomat teksturnya agak keras.
3. Masukkan tomat dan gula pasir dalam wajan lalu masak diatas api sedang sambil diaduk-aduk perlahan (jangan sampai tomat hancur) hingga gula larut dan agak mengering, angkat dan tiriskan. Dibutuhkan waktu selama 1 jam.
4. Untuk mendapatkan hasil yang awet, keringkan (dijemur di bawah panas terik selama 3 hari).
5. Manisan tomat siap dikemas.


Diagram Alir Pembuatan Manisan Tomat :
























4. Pengemasan
Pengemasan berfungsi sebagai melindungi / mencegah komoditi dari kerusakan mekanis, menciptakan daya tarik bagi konsumen dan memberikan nilai tambah produk serta memperpanjang daya simpan produk.
Kemasan yang baik adalah kemasan yang disesuaikan dengan jenis produkatau komoditi. Pengemasan yang umum di gunakan diantaranya karton/box , kotak kayu, keranjang bamboo, keranjang plastic, kantong plastic, jarring/net.
Pengemasan manisan tomat yang baik yaitu menggunakan plastic, yang nantinya berfungsi unutk mempertahankan daya simpan produk, dan juga melindungi dari bakteri-bakteri yang akan merusak.















BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sulawesi Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia yang beribukotakan di kota Palu. Propinsi Sulawesi Tengah yang dibentuk dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 1964 terletak diantara 2022’ Lintang Utara dan 3048’ Lintang Selatan serta 119022’ Bujur Timur. Luas daratan Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah adalah 68.033 Km2. Secara administratif Propinsi Sulawesi Tengah di bagi menjadi delapan Kabupaten dan satu kota dengan 85 Kecamatan dan1.432 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk sebesar 2.215.449 jiwa dan tingkat kepadatan rata-rata 29 jiwa/Km2. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,59%. Sebaran penduduk Propinsi Sulawesi Tengah secara umum masing-masing berada di kawasan pemukiman pedalaman sebesar 30% kawasan pantai sebesar 60% dan kawasan kepulauan Sebesar 10% Adapaun potensi daerahnya yaitu terdiri perikanan, perkebunan, pertambangan serta pertanian yang cukup baik.
Tanaman tomat sangat tinggi gizinya. Untuk pengolahan tanaman tomat pasca panen yaitu dengan menjadikan manisan tomat dengan cara sebagai berikut:
- Disortir
- Dicuci
- Dibelah atau di potong
- Merendam dengan kapur sirih
- Tiriskan
- Merebus dengan air gula selama 1 jam
- Pengeringan selama 3 hari
- pengemasan
B. Saran
Adapun saran yang dapat kami sampaikan yaitu agar makalah ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Dan untuk melakukan praktek diharapkan diperthatikan langkah-langkahnya.

Manajemen Pemasaran Yang Baik Untuk UKM

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di era globalisasi ini perubahan dalam dunia usaha yang semakin cepat mengharuskan perusahaan ataupun industri kecil dan menegah untuk merespon perubahan yang terjadi, problem sentral yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menarik pelanggan dan mempertahankanya agar perusahaan tersebut dapat bertahan dan berkembang, tujuan tersebut akan tercapai jika perusahaan atau industri-industri melakukan proses pemasaran atau mempunyai manajemen pemasaran yang baik.
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan ataupun industri kecil dan mengeah untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan untuk mendapatkan laba. tetapi dalam pemasaran modern seperti ini paragdima pemasaran telah bergeser, tidak hanya menciptakan transakasi untuk mencapai keberhasilan pemasaran tetapi perusahaan juga harus menjalin hubungan dengan pelanggan dalam waktu yang panjang. Paragdima tersebut disebut relationship marketing dasar pemikiran dalam praktek pemasaran ini adalah, membina hubungan yang lebih dekat dengan menciptakan komunikasi dua arah dengan mengelola suatu hubungan yang saling menguntungkan antara pelanggan dan perusahaan (Chan S, 2003).
Dalam hal ini yang dimaksud dengan pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang di tunjukan untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli. Serta dalam masalah pemasaran kita harus juga memperhatikan dan memahami pesaing agar industri dapat bersaing dengan industri lain.
Pada industri kerupuk UD. Sumber Rejeki belum terlalu memperhatikan hal-hal diatas. Dimana proses pemasaran belum diadakan, hal ini dapat terlihat tidak adanya proses promosi dan pendistribusian barang yang baik. Dan juga sistem pembayaran yang belum terstruktur dengan baik.
Serta belum adanya analisis pesaing sehingga industri ini sering sulit memahami pasar dan pesaing yang ada. Dimana industri kerupuk lainnya menawarkan produk yang sama dengan kualitas baik serta harga yang murah. Hal ini menyebabkan penjualan dipasaran menurun dan mengakibatkan kerugian. Sehingga hal ini menjadi efek atau pengaruh terhadap proses pemasaran dari industri UD. Sumber Rejeki ini.
Dengan melihat penjelasan diatas, hal tersebut menjadi latar belakang penulis menulis makalah ini yang berjudul “ MANAJEMEN PEMASARAN INDUSTRI KERUPUK UD. SUMBER REJEKI “
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:
- Bagaimana keadaan usaha UD. Sumber Rejeki?
- Bagaimana cara memahami pesaing?
- Bagaimana melakukan sistem pemasaran yang baik?
- Bagaimana melakukan sistem pembayaran yang baik?
C. TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
- Untuk mengetahui keadaan usaha UD. Sumber Rejeki
- Untuk mengetahui cara memahami pesaing
- Untuk mengetahui sistem pemasaran yang baik
- Untuk mengetahui sistem pembayaran yang baik







BAB II
PEMBAHASAN
A. PROFIL USAHA
UD Sumber Rejeki didirikan sejak tahun 1989 di Tamalate oleh bapak Moh. Syaifuddin dan istrinya bernama Sitti Nur Khomariah. UD ini bergerak dalam usaha pembuatan kerupuk. Dan pada tahun 1993 pindah ke Jl. Kelapa III dengan pertimbangan lebih dekat dengan sumber bahan baku serta pemasaran. Pada tahun 1993 - 2004 UD Sumber rezeki berkembang dengan pesat. Namun pada tahun 2005 produktivitas UD Sumber rezeki mengalami penurunan.
Berikut perbandingan perkembangan UD Sumber rezeki antara tahun 1989-2004 dan tahun 2005

Tahun 1989-2004 = 250 kg/hari berproduksi hingga pukul 01.00 WITA, tenaga kerja 3 orang, pangsa pasar Daerah kota makassar, laba Rp 40 juta
2005- sekarang =150 kg/minggu berproduksi sampai pukul 01.00 WITA, tenaga kerja 6 orang, pangsa pasar Mencakup daerah sulawesi selatan, laba Rp 20-30 juta

Penurunan produktivitas tersebut karena disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :
1. Banyaknya industry pesaing yang bermunculan yang memproduksi produk sejenis, sehingga tidak dipasarkan dikota makassar,
2. Harga bahan baku yang semakin mahal, sehingga produktifitas menurun
Keadaan UD Sumber rezeki tahun 2010 :
Tingkat pendidikan tenaga kerja yaitu :
1. SMA 6 orang
Umur tenaga kerja rata-rata 20 dan 25 tahun, dan semua berasal dari derah jawa. Para pekerja tinggal dirumah pemilik usaha
System pemasaran yang dilakukan adalah orderan. UD Sumber rezeki berhubungan langsung dengan konsumen yang berada di sulawesi selatan melalui via telepon. Besarnya jumlah produksi berdasarkan permintaan dari pelanggan. Salah satu penyebab turunnya volume produksi karena sales tidak mau mengambil resiko kerugian dengan adanya produk yang tidak laku serta banyaknya pesaing.
Beberapa hambatan yang dialami oleh UD Sumber Rejeki yaitu :
1. Sumber daya manusia yang kurang terampil dan kurang ahli dibidangnya
2. Kurangnya modal karena investor tidak berani lagi menanamkan modalnya dalam jumlah yang besar karena melihat ketatnya persaingan pasar dan mahalnya bahan baku.
3. Manajemen perusahaan belum ada. Hal ini dapat dilihat belum adanya system pembukuan sehingga laba yang diperoleh diketahui dengan cara taksiran. Yang diketaui hanya besarnya uang masuk dan uang keluar, tanpa memperhitungkan biaya penyusutan yang terjadi.
4. Dalam sehari UD Sumber rejeki dapat memproduksi 150 bungkus. 100 kg kanji dapat menghasilkan 150 bungkus kripik. Keuntungan bersih perbungkus sekitar Rp 4.000.- /bungkus dengan biaya diperlukan Rp 6.000,-/bungkus. UD Sumber Rejeki menjualnya kepada sales dengan harga Rp 10.000,-/bungkus. Kemudian sales menjual ke toko-toko atau pengecer dengan harga Rp 12.500,-/bungkus dan pengecer menjualnya dengan harga Rp 15.000,-/bungkus. Jalur pemasarannya sebagai berikut :
UD Sumber Rejeki sales pengecer konsumen






B. MEMAHAMI PESAING
Pesaing merupakan seorang atau sekelompok orang yang menjadi lawan bagi orang lain terutama dalam dunia bisnis. Persaingan atau kompetisi memang tidak bisa dihindarkan oleh para pelaku usaha, termasuk UKM sekalipun. Karena persaingan ada pada setiap skala usaha yang semuanya perlu dianlisis dengan seksama. Agar UKM dapat berhasil dalam persaingan, maka UKM harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan analisis persaingan / kompetisi.
Dalam hal ini, UKM dituntut untuk mengetahui siapa pesaingnya, pelanggan, dan juga tentang usahanya sendiri. Ketidakmampuan pengusaha dalam bersaing menyebabkan menurunnya produktivitas dan dapat menyebabkan suatu usaha gulung tikar.
Pada saat sekarang ini maupun saat kedepan, strategi pemasaran yang diterapkan oleh suatu perusahaan harus disesuaikan tidak hanya pada sasaran konsumen semata, tetapi juga pada para pesaing yang mengincar pasar sasaran konsumen yang sama. Sehingga perusahaan sebelum menetapkan dan menjalankan strateginya hendaklah terlebih dahulu malakukan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Treath) yaitu melihat dan menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimilikinya sendiri dan juga yang dimiliki oleh para pesaingnya. Dimana Analisa ( S ) Strength Dan ( W ) Weakness merupakan hal-hal yang terkait dalam perusahaan itu sendiri atau internal dalam suatu perusahaan. Sedangkan (O) Opportunity dan (T) Treath merupakan hal-hal yang terkait masalah luar atau eksternal dari sebuah perusahaan.
Dalam kaitan tersebut di atas, ada 4 jenjang yang dapat dilakukan untuk menganalisis para pesaing:
1. Mengenal pesaing
Dalam hal ini IKM perlu mengetahui para pesaing yang ada. Siapa sebenarnya yang menjadi pesaing utama, pesaing tingkat kedua, dan tidak langsung. Pesaing utama adalah pesaing yang secara langsung memungkinkan kita terhalang mencari pelanggan baru. Pesaing utama mengambil bagian bahkan mendominasi pasar produk kita. Sedangkan pesaing sekunder dan tidak langsung dalam kasus ini adalah para pedagang yang memiliki produk sejenis namun berlokasi di luar pemasaran perusahaan kita.


2. Menganalisis kekuatan dan kelemahan
Setelah kita mereka-reka mana saja yang menjadi pesaing. Lalu tentukan kekuatan mereka dan cari titik kelemahan para pesaing. Mengapa para pelanggan membeli dari mereka.
3. Mencermati peluang dan ancaman
Peluang dan ancaman ditempatkan dalam kategori yang luas. Hal ini dapat berupa perkembangan teknologi, tindakan peraturan atau hukum, factor-faktor ekonomi, atau bahkan suatu kemungkinan pesaing baru.
4. Menetapkan kedudukan perusahaan
Dengan cara ini akan memberi gambaran yang semakin jelas tentang posisi yang cocok bagi perusahaan kita di tengah persaingan. Apa yang perlu diperbaiki dan karakteristik bisnis kita yang mana harus menarik manfaat guna menambah pelanggan.

C. SISTEM PEMASARAN
Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan - kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982). Secara definisi Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
Kita ketahui kelancaran proses produksi dan kelansungan hidup suatu industri di masa yang akan datang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran dan system pembayaran. Kegiatan pemasaran merupakan usaha pendistribusian produk dari produsen ke tangan konsumen. Sementara system pembayaran merupakan arus keluar masuk uang dalam suatu industri.
Konsep pemasaran modern adalah memproduksi produk yang diinginkan konsumen, bukan memproduksi produk berdasarkan keinginan produsen, lalu menjualnya ke konsumen. Dengan demikian factor yang paling penting dan sebagai penentu kelangsungan hidup suatu industry adalah sejauh mana produk yang dihasilkan dapat diterima oleh pasar. Oleh karena itu, di perlukan langkah yang tepat dalam usaha pemasaran.
Pemasaran merupakan suatu kegiatan manajemen yang berfungsi mempromosikan usaha. Tujuan pemasaran untuk memperkenalkan, menarik minat, dan menjual produk dengan mencoba mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan pemasaran yang matang. Salah satu factor utama penyebab menurunnya produktivitas UD Sumber Rejeki adalah ketidakmampuan mempertahankan pasar yang sudah ada serta bahan baku yang mahal serta masih kurangnya pemahaman akan pentingnya manajemen pemasaran.
Strategi pemasaran yang dapat digunakan agar pasar konsumen rumah tangga dapat ditembus dengan penjualan secara langsung dari produsen ke konsumen. Dengan cara ini biaya penjualan dapat ditekan dan promosi dapat dilakukan secara langsung. Namun cara pemasaran seperti ini memilki kekurangan, seperti daerah pemasaran yang terbatas dan akan mengalami kesulitan jika konsumen letaknya saling berjauhan.
Selain penjualan secara langsung, strategi pemasaran dapat dilakukan dengan cara penjualan secara tidak langsung melalui pedagang besar atau pengecer. Pedagang besar biasanya membeli produk dalam jumlah besar, kemudian menyalurkan kepada agen yang lebih kecil atau para pengecer seperti supermarket, toko, dan warung.
Ada 4 pilihan strategi pemasaran yang terkenal, yaitu sebagai berikut:
1. Penetrasi pasar
Yaitu strategi untuk tetap bertahan pada produk semula, tetapi penjualan diperbanyak. Dengan kata lain, Jika produksi ditingkatkan jumlahnya, produk tersebut masih dapat diserap oleh pasar yang ada. Jika memang permintaan pasar yang dapat diambil ternyata lebih besar dari produksi, pengelola harus tanggap dan segera memanfaatkannya. Jika tidak, berarti akan memberi peluang bagi pesaing untuk memanfaatkan kesempatan itu. Untuk hal semacam inilah, semakin terasa pentingnya penelitian pasar yang terus-menerus dan teratur.


2. Perluasan pasar
Yaitu tetap pada produk semula, tetapi pasaran diperluas. Perluasan pasar ini dapat merupakan upaya untuk memasarkan kelebihan produksi yang tidak terserap oleh pasar yang lama. Namun biasanya perluasan pasar dimaksudkan untuk pengembangan perusahaan.
3. Pengembangan produk
Yaitu dilakukan pembaharuan atau memproduksi barang baru tetapi pasar tetap, seperti semula. Strategi pengembangan produk akan menyangkut pasar dan produk secara langsung. Jika situasi pasar yang telah ada memungkinkan bagi produk baru, strategi pengembangan produk dapat dilaksanakan. Produk yang ditawarkan bukanlah produk yang lama, tetapi yang baru atau telah diperbaharui.
4. Diversifikasi
Startegi diversifikasi produk dan pasar bagaikan mendirikan perusahaan baru, yaitu strategi dengan produk dan pasar baru. Untuk memutuskan strategi ini, diperlukan study kelayakan secara lengkap. Diverisfikasi berarti membuat produk baru yang lain dari yang sudah ada.
Salah satu tahap pemasaran adalah promosi. Promosi merupakan suatu kegiatan yang membantu kelancaran pemasaran kepada konsumen dengan mengembangkan ide-ide yang timbul untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Promosi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan. Promosi dikategorikan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.
1. Iklan
Promosi ini bertujuan membangun citra yang baik dalam pikiran pembeli. Iklan bisa dilakukan melalui radio dan menyebarkan selebaran atau brosur.
2. Publisitas
Promosi ini menciptakan suatu berita dengan ciri khusus untuk menarik minat wartawan agar menuliskan artikel pabrik kerupuk yang dikembangkan, menjadi sponsor suatu kegiatan tertentu dan lain-lain.
3. Promosi penjualan
Promosi ini dengan cara pemberian diskon, misalnya memberikan gratis satu bungkus jika membeli sepuluh buah.
Membangun citra perusahaan industri kerupuk agar dikenal di masyarakat dengan periklanan dan publisitas. Pelaksanaan promosi tersebut biasanya enam bulan pertama, enam bulan berikutnya dapat dilakukan promosi penjualan. Pada saat lounching produk jangan terlalu memberi diskon yang berlebihan agar masyarakat tidak terkejut bila harganya menjadi normal kembali. Louncing produk lebih baik digunakan untuk memperkenalkan keunggulan produk.
Factor-faktor yang berpengaruh pada system pemasaran di antaranya adalah organisasi dalam pemasaran, produk yang sedang dipasarkan, pasar, distributor, dan lingkungan, misalnya kondisi perekonomian, factor social dan kebudayaan, serta teknologi dan persaingan.
Berdasarkan system pemasaran tersebut, ada beberapa factor sehingga pelanggan tidak suka membeli kerupuk di pabrik yang kecil. Factor-faktor tersebut diantaranya sebagai berikut.
1. Jenis hasil produksinya tidak banyak sehingga pelanggan tidak punya banyak pilihan. Padahal biasanya pelanggan akan suka belanja ditempat yang lengkap persediaannya
2. Persediaan produksi kerupuk terlalu cepat habis. Dengan demikian, pelanggan akan sangat kecewa jika mendapatkan jawaban kerupuk yang akan dibelinya sudah habis.
3. Kesalahan dalam mengelola manajemen. Masalah pengelolaan manajeman yang tidak rapi dan tidak teratur serta tidak bertangung jawab akan berdampak terhadap kelangsungan operasional pabrik. Bahkan bisa menyebabkan pabrik bangkrut.
4. Harga terlalu mahal dan mutu terlalu tinggi untuk golongan masyarakat tertentu sehingga pelanggan tidak mampu membelinya. Sebaliknya jika mutu terlalu rendah bagi golongan tertentu, akan timbul masalah karena banyak orang berduit gengsi membeli barang yang bermutu rendah.
5. Ketinggalan zaman. kerupuk yang ketinggalan zaman, baik bentuk, cita rasa, bahan, maupun penampilannya akan ditinggalkan oleh konsumen.
6. Bau yang bukan wangi kerupuk yang di inginkan, seperti bau dari bahan-bahan yang pada saat kerja tidak di bersihkan sehingga menyebabkan bau kerupuk jadi lain.
7. Pelanggan tidak tahu tempat penjualannya karena tidak adanya iklan.
Salah satu bagian lain yang sangat penting dalam system pemasaran yaitu etalase. Etalase merupakan sarana iklan bagi produsen. Dengan adanya etalase, dapat terlihat peragaan terhadap apa yang terjadi dalam suatu proses produksi. Oleh karena itu, etalase harus dibuat mengesankan agar konsumen tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam menyajikan etalase yaitu sebagai berikut :
1. Lokasi harus mudah dijangkau, terdapat tempat parkir yang memadai, serta tempat tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
2. Tempatnya harus menimbulkan kesan bersih, sehat, tertata rapi, dekorasi cocok, terang, dan kombinasi warnanya serasi.
3. Pramuniaga harus sopan, bersimpati, dan empati pada konsumen yang datang, serta berpenampilan bersih.
Adapun penyebab toko dan etalase tidak banyak dikunjungi oleh pelanggan di antaranya sebagai berikut :
1. Susunan toko atau etalase tidak teratur sehingga pelanggan segan mampir karena terganggu nilai estetikanya.
2. Kurang penerangan sehingga keadaan toko atau etalase menjadi tampak suram, seakan-akan tidak bersemangat dan tidak ceria.
3. Kebersihan toko etalase tidak terjaga. Misalnya lalat, semut, kecoa, dan serangga banyak beterbangan disekitar toko atau etalase serta sampah berceceran disekitar toko. Selain itu, lantai, kaca, lemari, panic cetakan, dan serbet-serbet kotor sehingga penilaian pelanggan kurang baik terhadap gambaran kebersihan toko/etalase tersebut.
4. Anak-anak atau bayi pemilik toko berada di ruangan toko sehingga mengganggu pemandangan pelanggan.
5. Dekorasi toko yang monoton sehingga akan membuat pelanggan bosan. Alangkah baiknya dekorasi toko atau etalase diganti pada waktu-waktu tertentu dan mengikuti tren serta momen-momen tertentu, seperti idul fitri, natal, atau valentine.
Para penjual/pelayan toko/pramuniaga harus memperhatikan
kebersihan tangan, pakaian, dan rambut agar dagangannya nya laku.
Penjual/pelayan toko/pramuniaga harus menghindari beberapa hal diantaranya sikap masa bodoh atau tidak manis, sombong, dan angkuh dala melayani, pelayanan terlalu berlebihan, misalnya memaksa pelanggan membeli tambahan makanan lainnya,.
Kurang tahu tentang barang yang dijualnya,
pelanggan terlalu lama menunggu giliran,
tidak menggunakan kertas/plastic atau penjepit pada waktu mengambil makanan, tetapi langsung menjamahnya dengan tangan,
kerupuk yang sudah jatuh dipungut kembalidan disatukan dengan yang lain,
bungkusan tudak dipak secara rapi,
sering keliru memberi uang kembalian, tidak menyampaikan terima kasih kepada pembeli,
salah memberikan pesanannya sehingga mengganggu privacy pelanggan,
mengganti atau menukar kerupuk pesanannya,
pembantu toko keluar-masuk ruangan dalam keadaan tidak rapi, dan
penjual melayani sambil membaca buku atau surat kabar.
Adapun syarat lainnya yang harus diperhatikan agar dagangan laku diantaranya sebagai berikut :
 kesopanan
penjual harus sopan dalam bertutur kata dan berpakaian. Seorang pembeli tidak terkait pada satu toko dan akan membeli dimana pelayannya paling sopan
 serba mengetahui tentang kerupuk yang dijualnya.
Penjual harus memberi keterangan yang jelas jika diperlukan
 Jangan berdebat dengan pembeli.
Jika penjual tidak setuju dengan pembeli, tidak perlu diberitahukan karena akan membuat jengkel pembeli
 Berikan penjelasan yang singkat, sederhana serta apa adanya, jangan ngawur atau sembrono, dan jujur
 Bisa dipercaya.
Jika berjanji harus ditepati
 Mengingat wajah dan nama pelanggan karena pembeli akan merasa dihormati dengan memanggil namanya.
 Jangan egois.
Berikan waktu berbicara kepada pelanggan
 Selalu berpikir untuk kemajuan, pancarkan harapan dan kepercayaan.
 Berprikemanusiaan.
Artinya, penjual mengenal watak pelanggan.

D. SISTEM PEMBAYARAN
Bagi pembeli kerupuk eceran, cara pembayaran dilakukan secara tunai. Akan tetapi, jika pembelian dalam jumlah besar, dapat dilakukan dengan pembayaran uang muka sebesar 25% seminggu sebelum pengambilan dan pelunasan dilakukan disaat kerupuk diambil. Pembatalan pembelian hanya dapat dilakukan tiga hari sebelum hari pengambilan barang dengan dikenai 10% pembayaran untuk ganti rugi. Jika pembelian dibatalkan setelah kurang dari 3 hari dari hari pengambilan barang, maka uang muka dianggap hangus. Hal ini dilakukan agar perusahaan tidak dirugikan oleh konsumen. Walaupun ketentuan tersebut tidak mutlak, tetapi perusahaan harus membuat ketentuan tentang jual beli untuk jumlah kecil atau besar yang disepakati oleh kedua belah pihak agar keduanya tidak saling dirugikan.
Pembelian oleh distributor perlu dibuatkan ketentuan yang lebih rinci lagi terkait uang muka, waktu penulisan, pengembalian kerupuk yang tidak terjual, dan Ketentuan tersebut harus dilakukan dengan pembukuan yang rapi dan tertib agar tidak terjadi penipuan. Oleh Karena itu, perlu dipersiapkan format atau blangko berisi tanggal pemesanan barang, jumlah dan jenis roti yang diambil, tanggal pembelian, jumlah uang yang disetorkan dan penerima uang setoran.








BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Salah satu faktor penyebab menurunnya produktifitas UD Sumber Rejeki adalah banyaknya industri pesaing yang bergerak dalam industri sejenis dan mahalnya bahan baku serta belem adanya proses manajemen pemasaran yang baik. Oleh karena itu, setiap usaha harus mengetahui cara menganalisis pesaing dan cara-cara pemasaran dan sistem pembayaran yang baik.
ada 4 jenjang yang dapat dilakukan untuk menganalisis para pesaing:
Mengenal pesaing
Menganalisis kekuatan dan kelemahan
Mencermati peluang dan ancaman
Menetapkan kedudukan perusahaan
Kelancaran proses produksi dan kelansungan hidup suatu insdustri di masa yang akan datang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran dan system pembayaran. Kegiatan pemasaran merupakan usaha pendistribusian produk dari produsen ke tangan konsumen. Sementara system pembayaran merupakan arus keluar masuk uang dalam suatu industri.
Ada 4 sistem pemasaran yang terkenal yaitu :
1.Penetrasi pasar
2.Perluasan pasar
3.Pengembangan produk
4.Diversifikasi
Salah satu tahap pemasaran adalah promosi. Promosi dikategorikan menjadi 3 yaitu :
1.Iklan
2.Publisitas
3.Promosi penjualan
Salah satu bagian lain yang sangat penting dalam system pemasaran yaitu etalase. Etalase merupakan sarana iklan bagi produsen. Beberapa persyaratan dalam menyajikan etalase yaitu :
Lokasi harus mudah dijangkau
Tempatnya harus menimbulkan kesan bersih, sehat, tertata rapi, dekorasi cocok, terang, dan kombinasi warnanya serasi.
Pramuniaga harus sopan, bersimpati, dan empati pada konsumen yang datang, serta berpenampilan bersih.

B.SARAN
Pemasaran merupakan ujung tombak suksesnya suatu usaha baik dalam skala kecil maupun skala besar. Oleh karena itu setiap pengusaha harus memiliki pengetahuan dan strategi pemasaran yang baik, sehingga mampu mempertahankan pangsa pasar yang telah ada dan memumngkinkan untuk memperluas daerah pemasaran.

Senin, 03 Mei 2010

Kerinduan yang tak berujung


Kerinduan yang tak berujung
Disaat diriku termenung
Teringat akan dirimu
Teringat akan hangatnya
Jiwa saaat kau ada disampingku
Bersandar,,
Memegang tanganku erat tanganku
Bagaikan ikatan tali
Yang begitu erat
Aku tak bohongi
Akan perasaan ini
Yang terus mengingat dan menyebut
Akan dirimu dan namamu
Yang begitu indah
Namun,,
Apa yang harus aku perbuat
Aku hanya bisa merasakan semuanya dalam mimpi
Dan dalam khayalanku saja

Sabtu, 01 Mei 2010

Permaslahan Komoditi kakao Di kabupaten Poso


BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang
Dewasa ini peranan industri kecil dan menegah dalam dunia usaha sudah tidak diragukan lagi, ekonomi masyarakat bawah dapat bertahan semenjak krisis menerpa hingga kenaikan BBM maupun kebutuhan ekonomi yang sangat menunjang bagi kebutuhan mmasyarakat, kini pemerintah telah memprogramkan pembinaan kepada industri kecil dan menegah secar besar-besaran melalui dana triliunan rupiah termasuk industri kecil dan industri rumah tangga.
Semakin tingginya teknologi tidak sepenuhnya memberikan jaminan kepada pengolah industri kecil menegah dapat berkembang. Karena perkembangan industri kecil menjadi industri menegah dan industri besaar tidak semata-mata dipengaruhi oleh alat produksi yang digunakan. Akan tetapi faktor penentu utama suatu usaha agar tetap dapat eksis yaitu mutu produk hendaknya menjadi prioritas utama.
Industri rumah tangga atau yang lebih dikenal dengan home industri masih terlalu banyak mempunyai masalah yang belum dapat terselesaikan. Para pengusaha terus mencari solusi untuk memecahkan masalah tersbeut, terkadang mmaslah dapat terjadi dari pengerjaan suatu produk atau bahan yang tidak sesuai dengan cara pengolahan atau pembuatan yang telah di tentukan atau alat dan cara penyimpanan yang kurang steril serta tempat pendingin tidak memadai untuk penyimpanan atau pengolahan.
Sehingga itu menjadi tuntunan untuk menjadikan industry kecil dan menengah yang dapat bersaing dalam dunia industri.

  1. Rumusan Masalah
            Dalam studi kasus ini, penulis akan mencoba menguraikan beberapa topik yang berkaitan dengan tanaman coklat dan prospek pengembangan coklat sebagai tanaman penyumbang pendapatan terbesar daerah kabupaten poso yakni Produksi Tahun Terakhir (2006) : 19,953.00 Ton yaitu (21,04%).

 Berikut ini beberapa poin yang akan dipaparkan :
1. Mengenai potret daerah Kabupaten poso. Potret daerah termasuk di dalamnya adalah Letak Geografis, Topografi, dan Potensi Perkembangan Pengolahan kakao di Kabupaten poso.
2.  Teori. Dalam teori ini akan disajikan segala sesuatu mengenai kakao yaitu :
     a.   Fisiologi tanaman
     b.   Jenis- jenis kakao
     c.   Komposisi kimia kakao
     d.   Manfaat kakao, termasuk kandungan dominan
     e.   Pengolahan kakao pasca panen, yaitu pengolahan kakao yang biasa dilakukan oleh petani pada umumya.
     f.    Proses pengolahan kakao, di sini akan dicoba pengolahan kakao yang optimal agar dapat menaikkan nilai ekonomis kakao yang diharapkan dapat memenuhi standar mutu kakao berkualitas dan dapat bersaing di pasaran .
     g.   Standarisasi produk. Diharpakan dengan pembahasan mengenai standarisai produk maka dapat meningkatkan mutu kakao. Standarisasi produk ini meliputi syarat mutu, klasifikasi mutu, pemasaran.
3.   Analisa. Dalam bab ini akan diuraikan studi kasus mengenai kakao di wilayah Kabupaten poso. Bab ini terdiri dari :
      a.   Permasalahan yang dihadapi Kabupaten poso dalam pengembangan komoditas kakao yang memenuhi standar, minimal Standar Nasional Indonesia.
      b.   Strategi pengembangan kakao yang berisi langkah-langkah pemecahan ataupun solusi masalah yang dihadapi Pemerintah maupun petani di Kabupaten poso beserta kiat dalam meningkatkan produktivitas.



C.    TUJUAN STUDI KASUS
                 Kakao menyumbang setidaknya 20-30% dari total nilai ekspor Indonesia dalam produk pertanian, sehingga pengembangan kakao yang sesuai standar mutu internasioanal sehingga tujuan studi kasus ini antara lain :
1.  Memberikan gambaran mengenai kakao, termasuk kandungan dan komposisi kimianya.
2.  Meningkatkan produktivitas kakao di Kabupaten poso.
3.  Membuka peluang usaha dalam pengolahan kakao yang sesuai Standar Nasional Indonesia.
4.  Memberi sumbangsih yang besar terhadap pendapatan pusat, pendapatan daerah dan yang paling utama adalah menaikkan taraf hidup petani.

Senin, 26 April 2010

Persahabatan

Mencari persahabatan itu seperti kita memasukkan benang dalam lubang jarum…

Sulitnya mencari seorang sahabat itu bisa digambarkan ketika kita berusaha memasukkan benang ke dalam lubang jarum. Ada saja halangan atau kendala saat kita berusaha memasukkan benang dalam jarum, ada angin, mata kita yang kurang fokus, tempat yang kurang terang dan lain-lain.

Namun setelah kita berhasil melawan kendala yang ada, akhirnya benang bisa masuk ke dalam jarum, itulah saat-saat yang menggambarkan bahwa kita telah berhasil mendapatkan seorang sahabat. Setelah jarum dan benang telah bersatu, tibalah saatnya kita merajut..dalam hal ini kita sebagai jarum dan sahabat kita sebagai benang, bersama-sama merajut peristiwa-peristiwa manis dan indah sehingga menjadi rajutan indah berupa kenangan terindah di hidup kita….

Itulah Sahabat, seseorang yang kita peroleh dari pengorbanan dalam kehidupan kita. Yang awalnya pahit namun berakhir manis ^^

Dunia memberi apa Yang kita Fokuskan

bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil

Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita.

Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri

Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Selamat Datang Di blog Ari Kapri Dg. Malureng

Pengunjug