Selasa, 04 Mei 2010

Manajemen Pemasaran Yang Baik Untuk UKM

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di era globalisasi ini perubahan dalam dunia usaha yang semakin cepat mengharuskan perusahaan ataupun industri kecil dan menegah untuk merespon perubahan yang terjadi, problem sentral yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menarik pelanggan dan mempertahankanya agar perusahaan tersebut dapat bertahan dan berkembang, tujuan tersebut akan tercapai jika perusahaan atau industri-industri melakukan proses pemasaran atau mempunyai manajemen pemasaran yang baik.
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan ataupun industri kecil dan mengeah untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan untuk mendapatkan laba. tetapi dalam pemasaran modern seperti ini paragdima pemasaran telah bergeser, tidak hanya menciptakan transakasi untuk mencapai keberhasilan pemasaran tetapi perusahaan juga harus menjalin hubungan dengan pelanggan dalam waktu yang panjang. Paragdima tersebut disebut relationship marketing dasar pemikiran dalam praktek pemasaran ini adalah, membina hubungan yang lebih dekat dengan menciptakan komunikasi dua arah dengan mengelola suatu hubungan yang saling menguntungkan antara pelanggan dan perusahaan (Chan S, 2003).
Dalam hal ini yang dimaksud dengan pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang di tunjukan untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli. Serta dalam masalah pemasaran kita harus juga memperhatikan dan memahami pesaing agar industri dapat bersaing dengan industri lain.
Pada industri kerupuk UD. Sumber Rejeki belum terlalu memperhatikan hal-hal diatas. Dimana proses pemasaran belum diadakan, hal ini dapat terlihat tidak adanya proses promosi dan pendistribusian barang yang baik. Dan juga sistem pembayaran yang belum terstruktur dengan baik.
Serta belum adanya analisis pesaing sehingga industri ini sering sulit memahami pasar dan pesaing yang ada. Dimana industri kerupuk lainnya menawarkan produk yang sama dengan kualitas baik serta harga yang murah. Hal ini menyebabkan penjualan dipasaran menurun dan mengakibatkan kerugian. Sehingga hal ini menjadi efek atau pengaruh terhadap proses pemasaran dari industri UD. Sumber Rejeki ini.
Dengan melihat penjelasan diatas, hal tersebut menjadi latar belakang penulis menulis makalah ini yang berjudul “ MANAJEMEN PEMASARAN INDUSTRI KERUPUK UD. SUMBER REJEKI “
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:
- Bagaimana keadaan usaha UD. Sumber Rejeki?
- Bagaimana cara memahami pesaing?
- Bagaimana melakukan sistem pemasaran yang baik?
- Bagaimana melakukan sistem pembayaran yang baik?
C. TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
- Untuk mengetahui keadaan usaha UD. Sumber Rejeki
- Untuk mengetahui cara memahami pesaing
- Untuk mengetahui sistem pemasaran yang baik
- Untuk mengetahui sistem pembayaran yang baik







BAB II
PEMBAHASAN
A. PROFIL USAHA
UD Sumber Rejeki didirikan sejak tahun 1989 di Tamalate oleh bapak Moh. Syaifuddin dan istrinya bernama Sitti Nur Khomariah. UD ini bergerak dalam usaha pembuatan kerupuk. Dan pada tahun 1993 pindah ke Jl. Kelapa III dengan pertimbangan lebih dekat dengan sumber bahan baku serta pemasaran. Pada tahun 1993 - 2004 UD Sumber rezeki berkembang dengan pesat. Namun pada tahun 2005 produktivitas UD Sumber rezeki mengalami penurunan.
Berikut perbandingan perkembangan UD Sumber rezeki antara tahun 1989-2004 dan tahun 2005

Tahun 1989-2004 = 250 kg/hari berproduksi hingga pukul 01.00 WITA, tenaga kerja 3 orang, pangsa pasar Daerah kota makassar, laba Rp 40 juta
2005- sekarang =150 kg/minggu berproduksi sampai pukul 01.00 WITA, tenaga kerja 6 orang, pangsa pasar Mencakup daerah sulawesi selatan, laba Rp 20-30 juta

Penurunan produktivitas tersebut karena disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :
1. Banyaknya industry pesaing yang bermunculan yang memproduksi produk sejenis, sehingga tidak dipasarkan dikota makassar,
2. Harga bahan baku yang semakin mahal, sehingga produktifitas menurun
Keadaan UD Sumber rezeki tahun 2010 :
Tingkat pendidikan tenaga kerja yaitu :
1. SMA 6 orang
Umur tenaga kerja rata-rata 20 dan 25 tahun, dan semua berasal dari derah jawa. Para pekerja tinggal dirumah pemilik usaha
System pemasaran yang dilakukan adalah orderan. UD Sumber rezeki berhubungan langsung dengan konsumen yang berada di sulawesi selatan melalui via telepon. Besarnya jumlah produksi berdasarkan permintaan dari pelanggan. Salah satu penyebab turunnya volume produksi karena sales tidak mau mengambil resiko kerugian dengan adanya produk yang tidak laku serta banyaknya pesaing.
Beberapa hambatan yang dialami oleh UD Sumber Rejeki yaitu :
1. Sumber daya manusia yang kurang terampil dan kurang ahli dibidangnya
2. Kurangnya modal karena investor tidak berani lagi menanamkan modalnya dalam jumlah yang besar karena melihat ketatnya persaingan pasar dan mahalnya bahan baku.
3. Manajemen perusahaan belum ada. Hal ini dapat dilihat belum adanya system pembukuan sehingga laba yang diperoleh diketahui dengan cara taksiran. Yang diketaui hanya besarnya uang masuk dan uang keluar, tanpa memperhitungkan biaya penyusutan yang terjadi.
4. Dalam sehari UD Sumber rejeki dapat memproduksi 150 bungkus. 100 kg kanji dapat menghasilkan 150 bungkus kripik. Keuntungan bersih perbungkus sekitar Rp 4.000.- /bungkus dengan biaya diperlukan Rp 6.000,-/bungkus. UD Sumber Rejeki menjualnya kepada sales dengan harga Rp 10.000,-/bungkus. Kemudian sales menjual ke toko-toko atau pengecer dengan harga Rp 12.500,-/bungkus dan pengecer menjualnya dengan harga Rp 15.000,-/bungkus. Jalur pemasarannya sebagai berikut :
UD Sumber Rejeki sales pengecer konsumen






B. MEMAHAMI PESAING
Pesaing merupakan seorang atau sekelompok orang yang menjadi lawan bagi orang lain terutama dalam dunia bisnis. Persaingan atau kompetisi memang tidak bisa dihindarkan oleh para pelaku usaha, termasuk UKM sekalipun. Karena persaingan ada pada setiap skala usaha yang semuanya perlu dianlisis dengan seksama. Agar UKM dapat berhasil dalam persaingan, maka UKM harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan analisis persaingan / kompetisi.
Dalam hal ini, UKM dituntut untuk mengetahui siapa pesaingnya, pelanggan, dan juga tentang usahanya sendiri. Ketidakmampuan pengusaha dalam bersaing menyebabkan menurunnya produktivitas dan dapat menyebabkan suatu usaha gulung tikar.
Pada saat sekarang ini maupun saat kedepan, strategi pemasaran yang diterapkan oleh suatu perusahaan harus disesuaikan tidak hanya pada sasaran konsumen semata, tetapi juga pada para pesaing yang mengincar pasar sasaran konsumen yang sama. Sehingga perusahaan sebelum menetapkan dan menjalankan strateginya hendaklah terlebih dahulu malakukan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Treath) yaitu melihat dan menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimilikinya sendiri dan juga yang dimiliki oleh para pesaingnya. Dimana Analisa ( S ) Strength Dan ( W ) Weakness merupakan hal-hal yang terkait dalam perusahaan itu sendiri atau internal dalam suatu perusahaan. Sedangkan (O) Opportunity dan (T) Treath merupakan hal-hal yang terkait masalah luar atau eksternal dari sebuah perusahaan.
Dalam kaitan tersebut di atas, ada 4 jenjang yang dapat dilakukan untuk menganalisis para pesaing:
1. Mengenal pesaing
Dalam hal ini IKM perlu mengetahui para pesaing yang ada. Siapa sebenarnya yang menjadi pesaing utama, pesaing tingkat kedua, dan tidak langsung. Pesaing utama adalah pesaing yang secara langsung memungkinkan kita terhalang mencari pelanggan baru. Pesaing utama mengambil bagian bahkan mendominasi pasar produk kita. Sedangkan pesaing sekunder dan tidak langsung dalam kasus ini adalah para pedagang yang memiliki produk sejenis namun berlokasi di luar pemasaran perusahaan kita.


2. Menganalisis kekuatan dan kelemahan
Setelah kita mereka-reka mana saja yang menjadi pesaing. Lalu tentukan kekuatan mereka dan cari titik kelemahan para pesaing. Mengapa para pelanggan membeli dari mereka.
3. Mencermati peluang dan ancaman
Peluang dan ancaman ditempatkan dalam kategori yang luas. Hal ini dapat berupa perkembangan teknologi, tindakan peraturan atau hukum, factor-faktor ekonomi, atau bahkan suatu kemungkinan pesaing baru.
4. Menetapkan kedudukan perusahaan
Dengan cara ini akan memberi gambaran yang semakin jelas tentang posisi yang cocok bagi perusahaan kita di tengah persaingan. Apa yang perlu diperbaiki dan karakteristik bisnis kita yang mana harus menarik manfaat guna menambah pelanggan.

C. SISTEM PEMASARAN
Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan - kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982). Secara definisi Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
Kita ketahui kelancaran proses produksi dan kelansungan hidup suatu industri di masa yang akan datang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran dan system pembayaran. Kegiatan pemasaran merupakan usaha pendistribusian produk dari produsen ke tangan konsumen. Sementara system pembayaran merupakan arus keluar masuk uang dalam suatu industri.
Konsep pemasaran modern adalah memproduksi produk yang diinginkan konsumen, bukan memproduksi produk berdasarkan keinginan produsen, lalu menjualnya ke konsumen. Dengan demikian factor yang paling penting dan sebagai penentu kelangsungan hidup suatu industry adalah sejauh mana produk yang dihasilkan dapat diterima oleh pasar. Oleh karena itu, di perlukan langkah yang tepat dalam usaha pemasaran.
Pemasaran merupakan suatu kegiatan manajemen yang berfungsi mempromosikan usaha. Tujuan pemasaran untuk memperkenalkan, menarik minat, dan menjual produk dengan mencoba mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan pemasaran yang matang. Salah satu factor utama penyebab menurunnya produktivitas UD Sumber Rejeki adalah ketidakmampuan mempertahankan pasar yang sudah ada serta bahan baku yang mahal serta masih kurangnya pemahaman akan pentingnya manajemen pemasaran.
Strategi pemasaran yang dapat digunakan agar pasar konsumen rumah tangga dapat ditembus dengan penjualan secara langsung dari produsen ke konsumen. Dengan cara ini biaya penjualan dapat ditekan dan promosi dapat dilakukan secara langsung. Namun cara pemasaran seperti ini memilki kekurangan, seperti daerah pemasaran yang terbatas dan akan mengalami kesulitan jika konsumen letaknya saling berjauhan.
Selain penjualan secara langsung, strategi pemasaran dapat dilakukan dengan cara penjualan secara tidak langsung melalui pedagang besar atau pengecer. Pedagang besar biasanya membeli produk dalam jumlah besar, kemudian menyalurkan kepada agen yang lebih kecil atau para pengecer seperti supermarket, toko, dan warung.
Ada 4 pilihan strategi pemasaran yang terkenal, yaitu sebagai berikut:
1. Penetrasi pasar
Yaitu strategi untuk tetap bertahan pada produk semula, tetapi penjualan diperbanyak. Dengan kata lain, Jika produksi ditingkatkan jumlahnya, produk tersebut masih dapat diserap oleh pasar yang ada. Jika memang permintaan pasar yang dapat diambil ternyata lebih besar dari produksi, pengelola harus tanggap dan segera memanfaatkannya. Jika tidak, berarti akan memberi peluang bagi pesaing untuk memanfaatkan kesempatan itu. Untuk hal semacam inilah, semakin terasa pentingnya penelitian pasar yang terus-menerus dan teratur.


2. Perluasan pasar
Yaitu tetap pada produk semula, tetapi pasaran diperluas. Perluasan pasar ini dapat merupakan upaya untuk memasarkan kelebihan produksi yang tidak terserap oleh pasar yang lama. Namun biasanya perluasan pasar dimaksudkan untuk pengembangan perusahaan.
3. Pengembangan produk
Yaitu dilakukan pembaharuan atau memproduksi barang baru tetapi pasar tetap, seperti semula. Strategi pengembangan produk akan menyangkut pasar dan produk secara langsung. Jika situasi pasar yang telah ada memungkinkan bagi produk baru, strategi pengembangan produk dapat dilaksanakan. Produk yang ditawarkan bukanlah produk yang lama, tetapi yang baru atau telah diperbaharui.
4. Diversifikasi
Startegi diversifikasi produk dan pasar bagaikan mendirikan perusahaan baru, yaitu strategi dengan produk dan pasar baru. Untuk memutuskan strategi ini, diperlukan study kelayakan secara lengkap. Diverisfikasi berarti membuat produk baru yang lain dari yang sudah ada.
Salah satu tahap pemasaran adalah promosi. Promosi merupakan suatu kegiatan yang membantu kelancaran pemasaran kepada konsumen dengan mengembangkan ide-ide yang timbul untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Promosi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan. Promosi dikategorikan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.
1. Iklan
Promosi ini bertujuan membangun citra yang baik dalam pikiran pembeli. Iklan bisa dilakukan melalui radio dan menyebarkan selebaran atau brosur.
2. Publisitas
Promosi ini menciptakan suatu berita dengan ciri khusus untuk menarik minat wartawan agar menuliskan artikel pabrik kerupuk yang dikembangkan, menjadi sponsor suatu kegiatan tertentu dan lain-lain.
3. Promosi penjualan
Promosi ini dengan cara pemberian diskon, misalnya memberikan gratis satu bungkus jika membeli sepuluh buah.
Membangun citra perusahaan industri kerupuk agar dikenal di masyarakat dengan periklanan dan publisitas. Pelaksanaan promosi tersebut biasanya enam bulan pertama, enam bulan berikutnya dapat dilakukan promosi penjualan. Pada saat lounching produk jangan terlalu memberi diskon yang berlebihan agar masyarakat tidak terkejut bila harganya menjadi normal kembali. Louncing produk lebih baik digunakan untuk memperkenalkan keunggulan produk.
Factor-faktor yang berpengaruh pada system pemasaran di antaranya adalah organisasi dalam pemasaran, produk yang sedang dipasarkan, pasar, distributor, dan lingkungan, misalnya kondisi perekonomian, factor social dan kebudayaan, serta teknologi dan persaingan.
Berdasarkan system pemasaran tersebut, ada beberapa factor sehingga pelanggan tidak suka membeli kerupuk di pabrik yang kecil. Factor-faktor tersebut diantaranya sebagai berikut.
1. Jenis hasil produksinya tidak banyak sehingga pelanggan tidak punya banyak pilihan. Padahal biasanya pelanggan akan suka belanja ditempat yang lengkap persediaannya
2. Persediaan produksi kerupuk terlalu cepat habis. Dengan demikian, pelanggan akan sangat kecewa jika mendapatkan jawaban kerupuk yang akan dibelinya sudah habis.
3. Kesalahan dalam mengelola manajemen. Masalah pengelolaan manajeman yang tidak rapi dan tidak teratur serta tidak bertangung jawab akan berdampak terhadap kelangsungan operasional pabrik. Bahkan bisa menyebabkan pabrik bangkrut.
4. Harga terlalu mahal dan mutu terlalu tinggi untuk golongan masyarakat tertentu sehingga pelanggan tidak mampu membelinya. Sebaliknya jika mutu terlalu rendah bagi golongan tertentu, akan timbul masalah karena banyak orang berduit gengsi membeli barang yang bermutu rendah.
5. Ketinggalan zaman. kerupuk yang ketinggalan zaman, baik bentuk, cita rasa, bahan, maupun penampilannya akan ditinggalkan oleh konsumen.
6. Bau yang bukan wangi kerupuk yang di inginkan, seperti bau dari bahan-bahan yang pada saat kerja tidak di bersihkan sehingga menyebabkan bau kerupuk jadi lain.
7. Pelanggan tidak tahu tempat penjualannya karena tidak adanya iklan.
Salah satu bagian lain yang sangat penting dalam system pemasaran yaitu etalase. Etalase merupakan sarana iklan bagi produsen. Dengan adanya etalase, dapat terlihat peragaan terhadap apa yang terjadi dalam suatu proses produksi. Oleh karena itu, etalase harus dibuat mengesankan agar konsumen tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam menyajikan etalase yaitu sebagai berikut :
1. Lokasi harus mudah dijangkau, terdapat tempat parkir yang memadai, serta tempat tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
2. Tempatnya harus menimbulkan kesan bersih, sehat, tertata rapi, dekorasi cocok, terang, dan kombinasi warnanya serasi.
3. Pramuniaga harus sopan, bersimpati, dan empati pada konsumen yang datang, serta berpenampilan bersih.
Adapun penyebab toko dan etalase tidak banyak dikunjungi oleh pelanggan di antaranya sebagai berikut :
1. Susunan toko atau etalase tidak teratur sehingga pelanggan segan mampir karena terganggu nilai estetikanya.
2. Kurang penerangan sehingga keadaan toko atau etalase menjadi tampak suram, seakan-akan tidak bersemangat dan tidak ceria.
3. Kebersihan toko etalase tidak terjaga. Misalnya lalat, semut, kecoa, dan serangga banyak beterbangan disekitar toko atau etalase serta sampah berceceran disekitar toko. Selain itu, lantai, kaca, lemari, panic cetakan, dan serbet-serbet kotor sehingga penilaian pelanggan kurang baik terhadap gambaran kebersihan toko/etalase tersebut.
4. Anak-anak atau bayi pemilik toko berada di ruangan toko sehingga mengganggu pemandangan pelanggan.
5. Dekorasi toko yang monoton sehingga akan membuat pelanggan bosan. Alangkah baiknya dekorasi toko atau etalase diganti pada waktu-waktu tertentu dan mengikuti tren serta momen-momen tertentu, seperti idul fitri, natal, atau valentine.
Para penjual/pelayan toko/pramuniaga harus memperhatikan
kebersihan tangan, pakaian, dan rambut agar dagangannya nya laku.
Penjual/pelayan toko/pramuniaga harus menghindari beberapa hal diantaranya sikap masa bodoh atau tidak manis, sombong, dan angkuh dala melayani, pelayanan terlalu berlebihan, misalnya memaksa pelanggan membeli tambahan makanan lainnya,.
Kurang tahu tentang barang yang dijualnya,
pelanggan terlalu lama menunggu giliran,
tidak menggunakan kertas/plastic atau penjepit pada waktu mengambil makanan, tetapi langsung menjamahnya dengan tangan,
kerupuk yang sudah jatuh dipungut kembalidan disatukan dengan yang lain,
bungkusan tudak dipak secara rapi,
sering keliru memberi uang kembalian, tidak menyampaikan terima kasih kepada pembeli,
salah memberikan pesanannya sehingga mengganggu privacy pelanggan,
mengganti atau menukar kerupuk pesanannya,
pembantu toko keluar-masuk ruangan dalam keadaan tidak rapi, dan
penjual melayani sambil membaca buku atau surat kabar.
Adapun syarat lainnya yang harus diperhatikan agar dagangan laku diantaranya sebagai berikut :
 kesopanan
penjual harus sopan dalam bertutur kata dan berpakaian. Seorang pembeli tidak terkait pada satu toko dan akan membeli dimana pelayannya paling sopan
 serba mengetahui tentang kerupuk yang dijualnya.
Penjual harus memberi keterangan yang jelas jika diperlukan
 Jangan berdebat dengan pembeli.
Jika penjual tidak setuju dengan pembeli, tidak perlu diberitahukan karena akan membuat jengkel pembeli
 Berikan penjelasan yang singkat, sederhana serta apa adanya, jangan ngawur atau sembrono, dan jujur
 Bisa dipercaya.
Jika berjanji harus ditepati
 Mengingat wajah dan nama pelanggan karena pembeli akan merasa dihormati dengan memanggil namanya.
 Jangan egois.
Berikan waktu berbicara kepada pelanggan
 Selalu berpikir untuk kemajuan, pancarkan harapan dan kepercayaan.
 Berprikemanusiaan.
Artinya, penjual mengenal watak pelanggan.

D. SISTEM PEMBAYARAN
Bagi pembeli kerupuk eceran, cara pembayaran dilakukan secara tunai. Akan tetapi, jika pembelian dalam jumlah besar, dapat dilakukan dengan pembayaran uang muka sebesar 25% seminggu sebelum pengambilan dan pelunasan dilakukan disaat kerupuk diambil. Pembatalan pembelian hanya dapat dilakukan tiga hari sebelum hari pengambilan barang dengan dikenai 10% pembayaran untuk ganti rugi. Jika pembelian dibatalkan setelah kurang dari 3 hari dari hari pengambilan barang, maka uang muka dianggap hangus. Hal ini dilakukan agar perusahaan tidak dirugikan oleh konsumen. Walaupun ketentuan tersebut tidak mutlak, tetapi perusahaan harus membuat ketentuan tentang jual beli untuk jumlah kecil atau besar yang disepakati oleh kedua belah pihak agar keduanya tidak saling dirugikan.
Pembelian oleh distributor perlu dibuatkan ketentuan yang lebih rinci lagi terkait uang muka, waktu penulisan, pengembalian kerupuk yang tidak terjual, dan Ketentuan tersebut harus dilakukan dengan pembukuan yang rapi dan tertib agar tidak terjadi penipuan. Oleh Karena itu, perlu dipersiapkan format atau blangko berisi tanggal pemesanan barang, jumlah dan jenis roti yang diambil, tanggal pembelian, jumlah uang yang disetorkan dan penerima uang setoran.








BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Salah satu faktor penyebab menurunnya produktifitas UD Sumber Rejeki adalah banyaknya industri pesaing yang bergerak dalam industri sejenis dan mahalnya bahan baku serta belem adanya proses manajemen pemasaran yang baik. Oleh karena itu, setiap usaha harus mengetahui cara menganalisis pesaing dan cara-cara pemasaran dan sistem pembayaran yang baik.
ada 4 jenjang yang dapat dilakukan untuk menganalisis para pesaing:
Mengenal pesaing
Menganalisis kekuatan dan kelemahan
Mencermati peluang dan ancaman
Menetapkan kedudukan perusahaan
Kelancaran proses produksi dan kelansungan hidup suatu insdustri di masa yang akan datang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran dan system pembayaran. Kegiatan pemasaran merupakan usaha pendistribusian produk dari produsen ke tangan konsumen. Sementara system pembayaran merupakan arus keluar masuk uang dalam suatu industri.
Ada 4 sistem pemasaran yang terkenal yaitu :
1.Penetrasi pasar
2.Perluasan pasar
3.Pengembangan produk
4.Diversifikasi
Salah satu tahap pemasaran adalah promosi. Promosi dikategorikan menjadi 3 yaitu :
1.Iklan
2.Publisitas
3.Promosi penjualan
Salah satu bagian lain yang sangat penting dalam system pemasaran yaitu etalase. Etalase merupakan sarana iklan bagi produsen. Beberapa persyaratan dalam menyajikan etalase yaitu :
Lokasi harus mudah dijangkau
Tempatnya harus menimbulkan kesan bersih, sehat, tertata rapi, dekorasi cocok, terang, dan kombinasi warnanya serasi.
Pramuniaga harus sopan, bersimpati, dan empati pada konsumen yang datang, serta berpenampilan bersih.

B.SARAN
Pemasaran merupakan ujung tombak suksesnya suatu usaha baik dalam skala kecil maupun skala besar. Oleh karena itu setiap pengusaha harus memiliki pengetahuan dan strategi pemasaran yang baik, sehingga mampu mempertahankan pangsa pasar yang telah ada dan memumngkinkan untuk memperluas daerah pemasaran.

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Di blog Ari Kapri Dg. Malureng

Pengunjug