Selasa, 04 Mei 2010

Pengolahan Manisan Tomat Di Sulawesi Tengah

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kegiatan pasca panen bertujuan untuk mempertahankan mutu produk segar agar tetap prima sampai ke tangan konsumen, menekan losses atau kehilangan karena penyusutan dan kerusakan, memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai ekonomis hasil pertanian. Diperkirakan, kehilangan hasil buah/sayuran masih relative tinggi melebihi 20%.
Penanganan pasca panen ummumnya masih belum terlalu baik dilakukan oleh petani, karena masih secara sederhana, dengan perlakuan tradisional. Oleh karena itu perbaikan system pengolahan terpadu disertai pengembangan teknologi diperlukan agar mencapai mutu produk yang baik.
Begitu pula dengan Tomat yang berada di Sulawesi tengah sama sekali belum ada perlakuan untuk mempertahankanya. Tomat adalah tanaman yang asal mulanya dari amerika dan juga merupakan keluarga dekat kentang. Tomat sudah begitu popular di kalangan masyarakat disana karena dikenal sebagai klasifikasi antara sayur dan buah. Sehingga perlu dilakukan suatu teknologi yang dapat mempertahankan tomat tanpa kehilangan gizi. Salah satu cara agar tomat bertahan yaitu dibuat manisan.
Manisan tomat adalah pengolahan tomat yang di awetkan dengan perlakuan perebusan dengan gula. Manisan tomat adalah salah satu cara yang dilakukan untuk memberikan cara baru untuk masyarakat, karena mempunyai pangsa pasar yang cukup baik, dan juga rasanya yang dapat mengugah selera.
B. Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini yaitu :
- Untuk mengetahui potensi daerah di Sulawesi tengah
- Untuk mengetahui pengolahan pasca panen yang baik untuk tanaman tomat
- Untuk mengetahui proses atau teknik pembuatan manisan tomat

BAB II
POTRET DAERAH DAN POTENSI DAERAH
A. Profil Daerah
Sulawesi Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia yang beribukotakan di kota Palu. Propinsi Sulawesi Tengah yang dibentuk dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 1964 terletak diantara 2022’ Lintang Utara dan 3048’ Lintang Selatan serta 119022’ Bujur Timur. Batas-batas Wilayahnya adalah :
• Sebelah Utara : Propinsi Gorontalo
• Sebelah Timur : Propinsi Maluku
• Sebelah Selatan : Propinsi Sulawesi Selatan dan Propinsi Sulawesi Tenggara.
• Sebelah Barat : Selat Makasar
Luas daratan Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah adalah 68.033 Km2. Secara administratif Propinsi Sulawesi Tengah di bagi menjadi delapan Kabupaten dan satu kota dengan 85 Kecamatan dan1.432 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk sebesar 2.215.449 jiwa dan tingkat kepadatan rata-rata 29 jiwa/Km2. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,59%. Sebaran penduduk Propinsi Sulawesi Tengah secara umum masing-masing berada di kawasan pemukiman pedalaman sebesar 30% kawasan pantai sebesar 60% dan kawasan kepulauan Sebesar 10%.
Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah, sebelum jatuh ke tangan Pemerintahan Hindia Belanda merupakan sebuah Pemerintahan Kerajaan yang terdiri atas 15 (Lima Belas) Kerajaan dibawah kepemimpinan para raja yang selanjutnya dalam sejarah Sulawesi Tengah dikenal dengan julukan Tujuh Kerajaan di Timur dan Delapan Kerajaan di Barat. Semenjak tahun 1905, wilayah Sulawesi Tengah seluruhnya jatuh ketangan Pemerintahan Hindia Belanda, dari Tujuh Kerajaan Di Timur dan Delapan Kerajaan Di Barat, kemudian oleh Pemerintah Hindia Belanda dijadikan Landschaplandschap atau Pusat-pusat Pemerintahan Hindia Belanda yang meliputi, antara lain :
1. Poso Lage di Poso;
2. Lore di Wianga;
3. Tojo di Ampana ;
4. Pulau Una-una di Una-una;
5. Bungku di Bungku;
6. Mori di Kolonodale;
7. Bagai di Luwuk;
8. Parigi di Parigi;
9. Moutong di Tinombo;
10. Tawaeli di Tawaeli;
11. Banawa di Donggala;
12. Palu di Palu;
13. Sigi/Dolo di Biromaru;
14. Kulawi di Kulawi
15. Tolo-toli di Toli-toli;
Dalam perkembanganya, ketika Pemerintahan Hindia Belanda jatuh dan sudah tidak berkuasa lagi di Sulawesi Tengah serta seluruh Indonesia, oleh Pemerintah Pusat membagi wilayah Sulawesi Tengah menjadi 3 (Tiga) bagian yakni :
1. Sulawesi Tengah bagian Barat, meliputi wilayah Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Toli-toli.
Pembagian wilayah ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 29 Tahun 1959, tentang pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi;
2. Sulawesi Tengah bagian Tengah (Teluk Tomini), masuk Wilayah Karesidenan Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1919, seluruh Wilayah Sulawesi Tengah masuk Wilayah Karesidenen Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1940, Sulawesi Tengah di bagi menjadi 2 Afdeeling yaitu Afdeeling Donggala yang meliputi Tujuh Onder Afdeeling dan Lima Belas Swapraja.
3. Sulawesi Tengah bagian Timur (Teluk Tolo) masuk Wilayah Karesedenan Sulawesi Timur Bau-bau. Tahun 1964 dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 1964 terbentuklah Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang meliputi empat kabupaten yaitu Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Toli-toli. Selanjutnya Pemerintah Pusat menetapkan Propinsi Sulawesi Tengah sebagai Propinsi yang otonom berdiri sendiri yang ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang Pembentukan Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah dan selanjutnya tanggal pembentukan tersebut diperingatin sebagai Hari Lahirnya Propinsi Sulawesi Tengah. Dengan perkembangan Sistem Pemerintahan dan tutunan Masyarakat dalam era Reformasi yang menginkan adanya pemekaran Wilayah menjadi Kabupaten, maka Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan melalui Undang-undang Nomor 11 tahun 2000 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Buol, Morowali dan Banggai Kepulauan. Kemudian melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2002 oleh Pemerintah Pusat terbentuk lagi Kabupaten baru di Propinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Parigi Moutong. Dengan demikian hingga saat ini berdasarkan pemekaran Wilayah Kabupaten di Propinsi Sulawesi Tengah, Menjadi sembilan Daerah yakni :
1. Kabupaten Donggala berkedudukan di Donggala
2. Kabupaten Poso berkedudukan di Poso
3. Kabupaten Banggai berkedudukan di Luwuk
4. Kabupaten Toli-toli berkedudukan di Toli-toli
5. Kota Palu berkedudukan di Palu
6. Kabupaten Buol berkedudukan di Buol
7. Kabupaten Morowali berkedudukan di Kolonodale
8. Kabupaten Banggai Kepulauan berkedudukan di Banggai
9. Kabupaten Parigi Moutong berkedududkan di Parigi

B. Potensi Daerah
 Pertanian
Pertanian merupakan sumber utama mata pencaharian penduduk Sulawesi Tengah, dengan komoditi utama dan unggulan daerah yaitu padi, kakao, cengkeh, dan Ikan laut. Oleh karena itu pembangunan sector pertanian menjadi sangat penting dan menjadi prioritas Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah.

Peranan sektor pertanian dalam perekonomian Sulteng cenderung terus menguat sejalan dengan masih terbatasnya lapangan kerja non-pertanian dan meningkatnya nilai tukar petani (NTP). Pentingnya peranan sektor pertanian dapat dilihat dari sumbangan sektor ini terdapat pembentukan PDRB Sulteng atas dasar harga konstan 2000 tahun 2006. sektor pertanian memberikan sumbangan sebesar 45,61% dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekenomi sebesar 3,46% (pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2006 adalah 7,58%). Selain itu berdasarkan hasil Location Quotient(LQ) analisis, sektor pertanian merupakan sektor unggulan Sulawesi Tengah dengan nilai LQ 3,14. perlu diketahui bahwa sebagian besar unit usaha sektor pertanian adalah UMKM dan menyerap tenaga kerja cukup besar sehingga sangat strategis sebagai salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
Tanaman pangan komoditi pertanian antara lain padi, palawija (jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai dan kacang hijau), sayur-sayuran dan buah-buahan
Angka produksi padi tahun 2005 sebanyak 716.905 ton, meningkat 3,16% jika dibandingkan dengan produksi padi tahun 2004 sebesar 694.921 ton. Peningkatan produksi tersebut disebabkan membaiknya produktifitas yaitu dari 39,48 kwintal?ha pada tahun 2004 menjadi 40,85 kwintal/ha. Namun terjadi penurunan luas panen yaitu dari 179.029 ha tahun 2004 menjadi 175.489 ha ditahun 2005. penurunan tersebut diperkirakan akibat konversi sawah menjadi lahan perkebunan, terutama penanamn kakao dibeberapa sentra produksi padi.
Sementara itu produksi jagung Sulteng tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 7,79% yaitu dari 53.452 ton tahun 2004 menjadi 57.617 ton tahun 2005. Untuk ubi kayu, produksi tahun 2005 tercatat sebesar 48.255 ton naik 6,98% disbanding tahun 2004 sebesar 45.106 ton. Kenaikn produksi tanaman palawija terutama disebabakan adanya peningkatan luas panen.
 Perkebunan
Kakao, kelapa, dan cengkeh merupakan komoditas unggulan subsektor perkebunan Sulawesi Tengah. Luas areal tanaman kakao dari tahun ketahun cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data BPS Sulawesi Tengah, luas areal kakao tahun 2005 naik 12,11% yaitu dari 186.670 ha dibanding tahun 2004 hanya166.501 ha. Areal perkebunan kakao banyak terdapat di Kabupaten Donggala, Parigimautong, Poso, Morowali, Tojo Una-una, Buol, Toli-toli, Banggai, dan Kabupaten Banggai Kepulauan. Peningkatan luas areal kakao berpengaruh positif terhadap nilai ekspor antar Negara.
Data Ditjen Bea dan Cukai menunjukan bahwa nilai ekspor antar Negara untuk Sulawesi Tengah tahun 2006 tumbuh 51,44% dengan nilai mencapai USD 202,16 juta, dan juga komoditas yang lain seperti kopi, the dan rempah-rempah (pengklasifikasian komoditi menggunakan Standar Internasional Trade Clasification) dengan pangsa sebesar 92,04% atau USD 186,07 juta.
Sementara itu, nilai ekonomi tanaman Kelapa di Sulawesi Tengah tercatat cukup besar dengan luas lahan mencapai 170.871 ha pada tahun 2005 dan produksi 180.388 ton. Selain diolah menjadi kopra (daging buah), bagian tempurung kelapa dapat diolah menjadi arang dan sabut serta batang kelapa menjadi bahan baku industri yang bernilai tinggi. Potensi pengembangan tanaman kelapa di Sulawesi Tengah di perkirakan 400.000 ha. Untuk meningkatkan produksi kelapa, diperlukan peremajaan tanaman dengan klon unggul local, di samping ekstensifikasi. Dan tidak kalah pentingnya upaya diversifikasi produk akhir, perbaikan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur dan perluasan pasar. Selain kakao dan kelapa, komoditi unggulan daerah Sulawesi Tengah lainnya adalah cengkeh. Penghasil utama cengkeh di Sulawesi Tengah adalah Kabupaten Tolitoli. Selain itu tanaman cengkeh tedapat di Kabupaten Parigimautong, Donggala dan beberapa Kabupaten lainnya. Luas lahan tahun 2005 tecatat 47.374 ha dengan produksi 12.417 ton.
 Perikanan
Sulawesi Tengah memiliki perairan laut seluas 193.923,75 km2 yang terbesar di Teluk Tolo, Teluk Tomini, Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Potensi sumberdaya ikan di perairan tersebut ± 330.000 ton/tahun. Sedangkan ikan yang bias dikelolah secara lestari sekitar 214.000 ton/tahun. Di Teluk Tolo terdapat 68.000 ton/tahun, Teluk Tomini 78.000 ton/tahun, Selat Makassar dan Laut Sulawesi 68.000 ton/tahun. Dari potensi ikan lestari tersebut jumlah ikan yang dapat di tangkap sebesar 217.280 ton/tahun. Sementara itu tingkat pemanfaatan sampai dengan saat ini baru mencapai 46,20%.
Jenis ikan yang terdapat di perairan Sulawesi Tengah antara lain ikan tuna, ikan cakalang, ikan kerapu, ikan taripang, ikan lajang dan udang. Potensi ikan pelagis besar untuk komoditi ekspor terutama ikan tuna sekitar 10.000 ton/tahun dan ikan cakalang 14.000 ton/tahun. Hasil laut lainnya yaitu biji mutiara, teripang dan rumput laut. Selain perikanan tangkap, Sulawesi Tengah juga potensial untuk pengembangan perikannan budidaya seperti udang, ikan banding dan ikan kerapu.
 Pertambangan
Provinsi Sulawesi Tengah memiliki sumberdaya bahan galian dan mineral antara lain mineral logam industri dan bahan bangunan serta bahan baker fosil yaitu batubara dan minyak bumi. Bahan galian golongan A (strategis) antara lain minyak bumi dan gas bumi, batubara dan nikel. Bahan galian golongan B (vital) antara lain emas, molibdenun, chronit, tembaga dan belerang. Bahan galian golongan C (bukan strategis dan vital) meliputi sirtukil, granit, marmer, pasir kuarsa, pasir besi, lempung dan sebagainya.

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengenalan tentang tomat
Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Kata "tomat" berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl, tomatl.
B. Sejarah
Menurut tulisan karangan Andrew F. Smith "The Tomato in America", tomat kemungkinan berasal dari daratan tinggi pantai barat Amerika Selatan. Setelah Spanyol menguasai Amerika Selatan, mereka menyebarkan tanaman tomat ke koloni-koloni mereka di Karibia. Spanyol juga kemudian membawa tomat ke Filipina, yang menjadi titik awal penyebaran ke daerah lainnya di seluruh benua Asia. Spanyol juga membawa tomat ke Eropa. Tanaman ini tumbuh dengan mudah di wilayah beriklim Mediterania.
Terdapat ratusan kultivar tomat yang dibudidayakan dan diperdagangkan. Pengelompokan hampir selalu didasarkan pada penampilan atau kegunaan buahnya. Berdasarkan penampilanTerdapat buah tomat dengan kisaran warna dari hijau ketika masak, kuning, jingga, merah, ungu (hitam), serta belang-belang.
C. Pascapanen Tomat
Beberapa dasar yang dipakai untuk membedakan varietas tomat di antaranya adalah bentuk, tandan, ketebalan daging dan kandungan airnya. Berdasarkan bentuk atau penampilannya, buah tomat digolongkan sebagai berikut:
1. Tomat Biasa (Lycopersicum commune) Bentuk buahnya bulat pipih, lunak, tidak beraturan, dan sedikit beralur di dekat tangkainya
2. Tomat Apel (Lycopersicum pyriforme) Bentuk buah bulat, kompak, sedikit keras menyerupai buah apel.
3. Tomat Kentang (Lycopersicum grandifolium) Buah berbentuk bulat, besar, kompak, dengan ukuran lebih kecil dari tomat apel.
4. Tomat Keriting (Lycopersicum validum) Buah berbentuk agak lonjong, keras. Daunnya rimbun keriting dan berwarna hijau kelam.

Buah yang baru dipanen biasanya dipisah-pisahkan berdasarkan ukuran dan mutunya (grading). Penentuan mutu buah didasarkan kepada kesehatan, ketegaran, kebersihan ukuran, bobot, warna, bentuk, kemasakan, kebebasan dari bahan asing dan penyakit, serta kerusakan oleh serangga dan luka-luka mekanik. Kategori mutu yang umum digunakan adalah kelas ekstra, kelas 1 dan kelas 2.
Setelah disortir, tomat harus segera dibersihkan dan dicuci untuk membuang kotoran yang menempel pada buah. Kotoran umumnya berupa percikan tanah, debu dan zat-zat kimia (obat-obatan dan pupuk semprot). Selain memberi kesan kotor, percikan tanah juga dapat membawa penyakit dan sejumlah mikroba berbahaya. Zat-zat kimia yang menempel pada buah, khususnya pestisida, jika terdapat dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan keracunan.
Penyimpanan buah tomat harus dilakukan pada suhu yang tidak terlalu tinggi, biasanya dilakukan pada suhu kamar. Namun, alangkah lebih baiknya jika tomat disimpan pada suhu yang lebih rendah, yaitu pada lemari pendingin. Suhu tinggi bisa merusak mutu simpan buah tomat. Proses penyimpanan dingin dapat memperlambat kematangan, memperkecil kerentanan terhadap serangan mikroba, mengurangi kehilangan air dan mempertahankan kadar vitamin C (Anonim, 2009).
 Dari ukuran dan bentuk, orang mengenal kelompok tomat
1. granola yang bentuknya bulat dengan pangkal buah mendatar dan mencakup yang biasanya dikenal sebagai tomat buah (karena dapat dimakan langsung),
2. gondol yang biasa dibuat saus dengan bentuk lonjong oval (biasanya yang ditanam di Indonesia adalah kultivar 'Gondol Hijau' dan 'Gondol Putih', dan keturunan dari kultivar impor 'Roma') dan termasuk pula tomat buah,
3. sayur adalah tomat dengan buah biasanya padat dan dipakai untuk diolah dalam masakan
4. ceri (tomat ranti) yang berukuran kecil dan tersusun berangkai pada tangkai buah yang panjang.

 Kandungan tomat :
1. Kaya Antioksidan
Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat, lambung, tenggorokan dan usus besar. Kandungan asam klorogenat dan asam p-kumarat di dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker. Vitamin A yang terkandung di dalam tomat sangat baik untuk kesehatan mata.
Tomat juga banyak dimanfaatkan di dalam industri kecantikan, banyak masker dan pil anti penuaan yang berbahan dasar tomat. Bukan tanpa alasan, pigmen likopen memang terbukti efektif sebagai antioksidan. Zat lain seperti tomatin di dalam tomat bersifat sebagai antiinflamasi, yaitu dapat menyembuhkan luka dan jerawat. Jika Anda demam, tomat juga mempunyai sifat antipiretik alias penurun demam. Sementara serat yang tinggi di dalam tomat mampu mengatasi ganguan pencernaan seperti sembelit dan wasir.
2. Cegah Penggumpalan Darah
Manfaat tomat sebenarnya sudah di teliti sejak lama, seperti penelitian DR. John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, yang dilakukan pada November 1834. Hasil penelitiannya menunjukkan tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Peneliti lain dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya.
3. Mengurangi rasa mual
Rasa asam pada tomat berasal dari kandungan asam sitrat menyebabkan tomat terasa segar, sehingga dapat menambah nafsu makan. Rasa asam ini sangat baik dokonsumsi saat kita mengalami mual atau dikonsumsi oleh para wanita yang mengalami PMS (Pre Menstrual Syndrome). Jika tak kuat dengan rasa masamnya, terutama untuk yang yang memiliki penyakit maag, Leane tak menyarankan mengkonsumsinya walapun dalam bentuk jus yang sudah ditambah gula, sebab akan memperburuk kondisi penyakit.
4. Menigkatkan kesuburan pria
Kabar baik bagi kaum pria datang dari All Indian Institute of Medical Science di New Delhi. Penelitian yang melibatkan 30 pria tak subur berusia 23-45 tahun menunjukkan tomat bisa meningkatkan kesuburan pria. Risiko serangan jantung pada penderita dengan kadar lycopene tinggi dalam jaringan lemak lebih rendah dibanding sebaliknya.
5. Dimasak Lebih Baik
Mengkonsumsi buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Seperti yang terungkap dari penelitian badan pangan dunia FAO-WHO. Hasil penelitian lembaga ini menunjukan jika kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat.
Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit di serap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara di rebus atau dikukus. Mengkonsumsi sebaiknya pilih yang tomat organik. Tomat organik lebih sehat karena bebas dari residu kimia, baik dari pupuk dan pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih tinggi kandungan kalsiumnya, sekitar 23 mg dibandingkan tomat unorganik yang hanya mengandung 5 mg kalsium.
6. Menurunkan risiko kanker prostat
Lycopene rupanya tak cuma berperan dalam menekan risiko kanker prostat. Dr David Yeung Director of Corporate Nutrition, H.J. Heinz Company melaporkan orang yang mengkonsumsi tomat dan produk olahannya secara teratur cenderung "terbatas" dari penyakit jantung koroner. Ini sejalan dengan penelitian di University of South Carolina.
Tabel komposisi tomat
Kandungan gizi Tomat Masak

Kalori 20 kal
Protein 1.0 g
Lemak 0.3 g
Karbohidrat 4.2 g
Kalsium 5 mg
Vitamin A 1500 SI
Viamin C 40 m



 Berdasarkan manfaatnya
Hampir semua orang mengenal tomat (Licopersicum esculentum). Buah yang tanpa kenal musim ini ternyata mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beragam penelitian menunjukan, tomat bermanfaat untuk kesehatan jantung serta penangkal radikal bebas.
Banyak varietas buah tomat, seperti tomat buah yang berukuran besar, tomat sayur dengan ukuran lebih kecil dan tomat ceri yang hanya sebesar kelereng. Apapun jenisnya, tomat mengandung unsur gizi yang hamper sama, yakni kaya akan vitamin A, vitamin C, mineral, serat dan zat fitonutrien.
Adapun manfaat tomat yaitu :
1. Membantu menurunkan resiko gangguan jantung
2. Menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan.
3. Menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher rahim, payudara dan endometrium.
4. Memperlambat penurunan fungsi mata karena pengaruh usia ( age-related macular degeneration).
5. Mengurangi resiko radang usus buntu.
6. Membantu menjaga kesehatan organ hati, ginjal, dan mencegah kesulitan buang air besar.
7. Menghilangkan jerawat.
8. Mengobati diare
9. Meningkatkan jumlah sperma pada pria
10. Memulihkan fungsi lever.
11. Mengatasi kegemukan
12. Mencegah kanker

BAB IV
PROSES PENGOLAHAN MANISAN TOMAT
1. Bahan:
- Tomat merah segar 4 kg (agak mengkal)
- Gula pasir putih 1 kg
- Kapur sirih bubuk 100 gram, siap pakai
- Air secukupnya
2. Alat
- Baskom
- Pisau
- Sendok makan
- Wajan
- Kompor
- saringan
3. Cara Membuat:
1. Pilih tomat dengan warna dan ukuran yang seragam, lalu cuci bersih.
2. Belah tomat menjadi 4 bagian, buang bijinya lalu rendam dalam air secukupnya yang telah ditambahkan kapur sirih (hingga terendam). Diamkan selama semalam, tiriskan dan cuci bersih. Pastikan daging tomat teksturnya agak keras.
3. Masukkan tomat dan gula pasir dalam wajan lalu masak diatas api sedang sambil diaduk-aduk perlahan (jangan sampai tomat hancur) hingga gula larut dan agak mengering, angkat dan tiriskan. Dibutuhkan waktu selama 1 jam.
4. Untuk mendapatkan hasil yang awet, keringkan (dijemur di bawah panas terik selama 3 hari).
5. Manisan tomat siap dikemas.


Diagram Alir Pembuatan Manisan Tomat :
























4. Pengemasan
Pengemasan berfungsi sebagai melindungi / mencegah komoditi dari kerusakan mekanis, menciptakan daya tarik bagi konsumen dan memberikan nilai tambah produk serta memperpanjang daya simpan produk.
Kemasan yang baik adalah kemasan yang disesuaikan dengan jenis produkatau komoditi. Pengemasan yang umum di gunakan diantaranya karton/box , kotak kayu, keranjang bamboo, keranjang plastic, kantong plastic, jarring/net.
Pengemasan manisan tomat yang baik yaitu menggunakan plastic, yang nantinya berfungsi unutk mempertahankan daya simpan produk, dan juga melindungi dari bakteri-bakteri yang akan merusak.















BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sulawesi Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia yang beribukotakan di kota Palu. Propinsi Sulawesi Tengah yang dibentuk dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 1964 terletak diantara 2022’ Lintang Utara dan 3048’ Lintang Selatan serta 119022’ Bujur Timur. Luas daratan Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah adalah 68.033 Km2. Secara administratif Propinsi Sulawesi Tengah di bagi menjadi delapan Kabupaten dan satu kota dengan 85 Kecamatan dan1.432 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk sebesar 2.215.449 jiwa dan tingkat kepadatan rata-rata 29 jiwa/Km2. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,59%. Sebaran penduduk Propinsi Sulawesi Tengah secara umum masing-masing berada di kawasan pemukiman pedalaman sebesar 30% kawasan pantai sebesar 60% dan kawasan kepulauan Sebesar 10% Adapaun potensi daerahnya yaitu terdiri perikanan, perkebunan, pertambangan serta pertanian yang cukup baik.
Tanaman tomat sangat tinggi gizinya. Untuk pengolahan tanaman tomat pasca panen yaitu dengan menjadikan manisan tomat dengan cara sebagai berikut:
- Disortir
- Dicuci
- Dibelah atau di potong
- Merendam dengan kapur sirih
- Tiriskan
- Merebus dengan air gula selama 1 jam
- Pengeringan selama 3 hari
- pengemasan
B. Saran
Adapun saran yang dapat kami sampaikan yaitu agar makalah ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Dan untuk melakukan praktek diharapkan diperthatikan langkah-langkahnya.

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Di blog Ari Kapri Dg. Malureng

Pengunjug